Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: MI/Adam Dwi
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: MI/Adam Dwi

Demi Tekan Anggaran Subsidi BBM, Luhut Siapkan Insentif untuk Kendaraan Listrik

Annisa ayu artanti • 10 September 2022 09:44
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan sejumlah strategi pemerintah untuk menekan kenaikan anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).
 
Luhut mengatakan demikian lantaran dirinya memperoleh data mengenai konsumsi BBM untuk kendaraan mobil dan motor setiap tahunnya.
 
Berdasarkan data yang dihitung oleh Industri Kendaraan Bermotor, secara rata-rata konsumsi BBM untuk satu unit mobil mencapai 1.500 liter per tahun dan 305 liter per tahun untuk motor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan jumlah itu, ia mengungkapkan ketika dua jenis kendaraan ini kebanyakan menggunakan BBM bersubsidi, maka sudah pasti yang terjadi adalah membengkaknya subsidi BBM.
 
"Atas dasar hal tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi demi meredam kenaikan anggaran subsidi BBM. Salah satunya lewat percepatan adopsi penggunaan Electric Vehicle (EV) di Indonesia," katanya dalam akun instagram pribadinya dikutip Sabtu, 10 September 2022.
 
Selain dapat menekan konsumsi BBM, Luhut juga menjelaskan penggunaan kendaraan listrik juga berkontribusi dalam perwujudan net zero emission.
 
"Saya melihat tujuan besar selain untuk mengurangi ketergantungan pemakaian BBM bersubsidi, juga untuk mengurangi emisi CO2 yang ditargetkan dapat turun sebesar 40 juta ton pada 2030 hanya dari program ini," tuturnya.
 
Baca juga: Indonesia - Jepang Makin Jadi Bestie, Janji Perkuat Sektor EV 

Namun ia menyadari penerapan kendaraan listrik memiliki beragam tantangan, mulai dari masalah perbedaan harga, regulasi hingga ketersediaan pilihan kendaraan. Untuk itu, pemerintah saat ini sedang merumuskan berbagai kebijakan mengenai pemberian insentif bagi kendaaran EV roda dua dan roda empat.
 
"Skema insentif yang akan diberikan masih dihitung bersama agar kita dapat menemukan rumusan yang terbaik demi mendorong pertumbuhan pangsa pasar yang besar bagi percepatan adopsi kendaraan listrik di Tanah Air," ungkapnya.
 
Selain itu, ia juga meminta tim teknis yang terdiri dari lintas K/L agar menerapkan kebijakan yang setara atau lebih baik dari negara lain, yang sudah lebih dahulu menerapkan kebijakan pembatasan penjualan kendaraan berbahan bakar fosil demi mendorong percepatan adaptasi penggunaan EV.
 
"Tak lupa saya juga ingatkan agar aturan yang dibuat nanti harus relevan pelaksanaannya karena program percepatan EV ini adalah komitmen bangsa untuk mengurangi subsidi dan juga tentunya menurunkan emisi karbon lewat transisi energi yang ramah lingkungan," jelasnya.
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif