Ilustrasi Sucofindo. Foto: Sucofindo
Ilustrasi Sucofindo. Foto: Sucofindo

SUCOFINDO Raih Penghargaan Indonesia Top Achievements of the Year (ITAY) 2026

Annisa ayu artanti • 27 Februari 2026 12:33
Ringkasnya gini..
  • SUCOFINDO raih ITAY 2026 atas komitmen kepatuhan lingkungan dan industri hijau.
  • Penghargaan tegaskan posisi SUCOFINDO sebagai mitra strategis ekonomi hijau.
Jakarta: Komitmen terhadap kepatuhan lingkungan dan tata kelola industri berkelanjutan mengantarkan PT SUCOFINDO (PERSERO) meraih penghargaan Environmental & Industrial Compliance Excellence Award 2026 dalam ajang Indonesia Top Achievements of the Year (ITAY) 2026.
 
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Operasi PT SUCOFINDO (PERSERO), Dani Pramantyo pada malam penganugerahan yang digelar di Grand Studio Metro TV, Jakarta.
 
Direktur Operasi PT SUCOFINDO (PERSERO),  Dani Pramantyo mengatakan apresiasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan kontribusi bagi Indonesia dan juga global.
 
Untuk mendukung keberlanjutan lingkungan, Dani menambahkan SUCOFINDO berperan sebagai Lembaga Validasi dan Verikasi (LVV) untuk skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) yang terakreditasi.
 
Selain itu, melalui layanan Testing Inspection, and Certification (TIC) SUCOFINDO turut berkontribusi dalam mendorong pelaku usaha menerapkan industri hijau, antara lain melalui audit dan sertifikasi lingkungan, green building assessment, pendampingan AMDAL, serta layanan lainnya.

“Ke depan, PT SUCOFINDO (PERSERO) akan terus berperan aktif dalam mendukung upaya keberlanjutan dan transisi menuju ekonomi hijau. Kami akan terus berinovasi dalam layanan berbasis ESG, program aksi hijau, maupun layanan bisnis hijau lainnya guna mendukung target Net Zero Emission Indonesia,” kata Dani Pramantyo dikutip dari siaran pers, Jumat, 27 Februari 2026.
 
Baca juga: Sucofindo Yakin Indonesia Mampu Tingkatkan Industri Halal

Apresiasi atas Komitmen Kepatuhan & Keberlanjutan 

PT SUCOFINDO (PERSERO) dinilai layak menerima penghargaan ini atas perannya dalam memperkuat sistem kepatuhan lingkungan dan industri di Indonesia melalui layanan audit lingkungan, monitoring, verifikasi, serta pengujian laboratorium yang terintegrasi.
 
Beberapa rasional dan data pendukung penilaian antara lain:
  • Berperan sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) yang sudah terakreditasi;
  • Menyediakan layanan inventarisasi emisi Gas Rumah Kaca sebagai dasar perencanaan dekarbonisasi;
  • Implementasi program monitoring lingkungan di sektor migas dan infrastruktur (2024–2025).
  • Dukungan terhadap program green port dan pilot Extended Producer Responsibility (EPR).
  • Layanan audit lingkungan dan kepatuhan industri untuk proyek-proyek strategis nasional.
  • Kepemilikan laboratorium terakreditasi dan standar internasional (ISO/IEC).
  • Kemitraan aktif dengan regulator, kementerian, dan BUMN dalam memastikan kepatuhan industri.
Kontribusi tersebut berdampak pada meningkatnya perlindungan lingkungan, penguatan standar industri, serta mendukung daya saing ekspor nasional melalui kepastian kepatuhan terhadap regulasi global. 

Dukungan Tokoh Nasional

Acara ITAY 2026 dibuka oleh Suryopratomo, Komisaris Metro TV, dan dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Arief Satria (Kepala BRIN), TB Ace Hasan Syadzily (Gubernur Lemhanas), Komarudin Hidayat (Ketua Dewan Pers), pimpinan lembaga negara, direksi BUMN, BUMD, akademisi, dan para eksekutif pelaku bisnis.
 
Menurut salah satu dewan juri, Prof Dr Martani Huseini, DEA  menyampaikan penghargaan ini menjadi bukti bahwa tata kelola lingkungan dan kepatuhan industri adalah fondasi pembangunan berkelanjutan.
 
"Institusi seperti SUCOFINDO berperan penting menjaga standar dan integritas industri nasional,” ucapnya.
 
Sementara itu, Founder ITAY, Arief Hidayat Thamrin, menambahkan environmental & Industrial Compliance bukan hanya soal regulasi, tetapi tentang tanggung jawab terhadap masa depan.
 
"SUCOFINDO menunjukkan kepemimpinan dalam menghadirkan solusi assurance yang mendukung transformasi hijau Indonesia,” ungkapnya. 

Penjurian Independen & Berbasis Kinerja

Penghargaan ITAY 2026 ditetapkan melalui proses seleksi dan penilaian independen oleh dewan juri yang terdiri dari Prof. Dr. Ricardi S. Adnan, M.Si, Dr. Hifni Alifahmi, M.Si, Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si, Prof. Dr. Martani Huseini, DEA, dan Arief Suditomo, S.H., M.A.
 
Penilaian dilakukan berdasarkan lima kriteria utama prestasi, inovasi, transformasi, kompetensi inti, dan kontribusi.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan