Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Hindari Predatory Pricing, Produk Impor di Pasar Online Dibatasi

Despian Nurhidayat • 27 Desember 2022 09:59
Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pemerintah akan melakukan pembatasan terhadap berbagai produk impor di pasar online atau marketplace.
 
Hal yang akan segera dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM untuk mewujudkan usulan revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 50 Tahun 2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.
 
"Sesuai arahan Bapak Presiden, kita perlu melindungi UMKM dalam negeri dan konsumen. Kita diarahkan melakukan pembatasan agar produk luar tidak menyerbu marketplace kita," ungkapnya dilansir Media Indonesia, Selasa, 27 Desember 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain mengusulkan revisi Permendag 50/2020, Teten menambahkan pihaknya akan melakukan pembatasan terhadap ritel online yang menjual produk dari luar negeri.
 
Baca juga: Mendag: Tanpa UMKM, Indonesia Bakal Sulit Jadi Negara Maju! 

Menurutnya, saat ini sudah banyak produk dari luar negeri yang dijual tanpa memenuhi perizinan baik itu SNI, izin edar, dan lainnya.
 
"Kita bukan mau melarang berjualan di sini tapi kita mau ada playing field yang sama. Kita minta ritel online seperti ini ditutup, kalau mau jualan di Indonesia harus membuka perusahaan di Indonesia baru bisa jualan," jelasnya.
 
Lebih lanjut, dia juga mengusulkan adanya pembatasan harga terhadap produk impor. Dalam artian, produk impor jangan sampai memiliki harga yang lebih rendah dari produk dalam negeri khususnya produk UMKM.
 
Di tempat yang sama, Deputi Bidang UKM Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman menuturkan ke depannya, pemerintah juga akan melibatkan pemilik platform e-commerce untuk menghindari praktik predatory pricing.
 
Praktik predatory pricing merupakan salah satu bentuk strategi yang dilakukan oleh pelaku usaha dalam menjual produk dengan harga yang sangat rendah. Hal ini bertujuan untuk menyingkirkan pelaku usaha pesaing dari pasar dan juga mencegah pelaku usaha yang berpotensi menjadi pesaing untuk masuk ke dalam pasar yang sama.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif