Mendag Muhammad Lutfi. Foto: dok Biro Humas Kemendag.
Mendag Muhammad Lutfi. Foto: dok Biro Humas Kemendag.

Mendag: Tanpa UMKM, Indonesia Bakal Sulit Jadi Negara Maju!

Gana Buana • 04 Desember 2022 18:00
Jakarta: Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dari sisi perdagangan tercermin dari pertumbuhan niaga elektronik (e-commerce) yang signifikan. Untuk bisa bertahan pelaku UMKM ini harus bisa berkolaborasi dan menjalin kerja sama dengan platform lokapasar (marketplace) dan ritel modern.
 
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menegaskan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri berada di tangan UMKM. Ritel modern memiliki jaringan logistik distribusi yang kuat sedangkan marketplace menjadi salah satu cara untuk meningkatkan penjualan pasar rakyat.
 
"Untuk itu, UMKM harus difasilitasi agar dapat menjalin kerja sama dengan marketplace dan ritel modern. Untuk pemasaran, UMKM juga bekerja sama dengan marketplace agar lebih dekat dengan konsumen. Penggunaan platform digital di pasar rakyat mampu meningkatkan omzet pedagang hingga tiga kali lipat," jelas dia dalam acara Indonesia Digital Economy Conference (IDEC) 2022, dikutip Minggu, 4 Desember 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan, tanpa UMKM yang tumbuh, Indonesia sulit menjadi negara maju. Kunci pertumbuhan ekonomi di dalam negeri berada di tangan UMKM.
 
Menurut dia, dalam lima tahun terakhir (2017-2021), ekonomi digital di Indonesia menunjukkan potensi yang besar dalam kontribusi bagi perekonomian. Ekonomi digital Indonesia diprediksi akan mencapai akumulasi nilai pembelian (Gross Merchandise Value/GMV) sebesar USD77 miliar pada 2022, tumbuh 22 persen dalam setahun terakhir.
 
Hingga 2025, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD130 miliar dan diperkirakan akan tumbuh tiga kali lipat, yakni kisaran USD220 sampai USD360 miliar pada 2030.
 
"Saat ini, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dari sisi perdagangan tercermin dari pertumbuhan e-commerce yang signifikan. Ini seiring dengan meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring," jelas dia.
 
Sepanjang semester I-2022, transaksi e-commerce meningkat sebesar 22,1 persen dari tahun sebelumnya dengan nilai mencapai Rp227,8 triliun dan secara volume meningkat sebesar 39,9 persen dari tahun sebelumnya hingga mencapai 1,74 juta transaksi. Transaksi Uang Elektronik (UE) juga tumbuh sebesar 40,6 persen dari tahun sebelumnya, mencapai Rp185,7 triliun.
 
Baca juga: Erick Thohir Beberkan 4 Kekuatan Dorong Ekonomi Indonesia

 
Tingginya potensi ekonomi digital tersebut tidak lepas dari terus meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia. Saat ini, sekitar 202,6 juta penduduk Indonesia telah memiliki akses terhadap internet. Selain itu, pandemi covid-19 menjadi momentum akselerasi transformasi perdagangan digital di Indonesia.
 
"Saat ini pemanfaatan ekonomi digital masih terfokus dalam mempercepat dan mempermudah transaksi, serta meningkatkan akses informasi dan transparansi. Adanya perkembangan teknologi gelombang baru ekonomi digital harus terus didorong untuk lebih dimanfaatkan, bukan sekedar memfasilitasi transaksi, namun juga proses produksi dan logistik," tambah dia.
 
Chief Business Officer Lazada Group James Chang menegaskan komitmen Lazada untuk membangun ekonomi digital di Indonesia dengan memberdayakan UMKM lokal, talenta muda, serta komunitas. Transformasi digital sejak lama menjadi strategi kunci di Lazada.
 
"Sejalan dengan misi kami untuk mempercepat kemajuan di Asia Tenggara melalui perdagangan dan teknologi. Ekosistem ekonomi digital di Lazada menawarkan infrastruktur, layanan dan peluang ekonomi melalui berbagai inisiatif khusus untuk Indonesia, yang dijalankan melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan strategis, seperti Gerakan AKAR Digital Indonesia," kata dia.
 
Pengembangan ekonomi digital bergantung pada banyak aspek, mulai dari kesediaan infrastruktur dan teknologi, hingga kesiapan dan peran aktif masyarakat termasuk dalam kemampuan adopsi teknologi dan inovasi. Namun yang terutama, kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, industri, hingga organisasi dan akademisi dibutuhkan untuk memastikan seluruh upaya dilakukan sejalan dan beriringan.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif