| Baca juga: Tekanan Harga Pangan dan Energi Jadi Pendorong Utama Inflasi Mei 2026 Naik ke 3,08% |
Saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, Purbaya mengatakan bahwa kenaikan harga Pertamax berbeda dengan kenaikan BBM yang digunakan sektor logistik atau angkutan umum, yang biasanya memiliki efek lebih luas terhadap harga berbagai komoditas.
“Dampaknya terhadap inflasi seharusnya tidak terlalu besar karena Pertamax bukan bahan bakar utama untuk angkutan barang maupun transportasi umum,” ujarnya.
Terkait wacana pengaturan kuota BBM bersubsidi, Purbaya memilih tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut berada dalam kewenangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga sejumlah produk BBM nonsubsidi mulai 10 Juni 2026. Dalam kebijakan terbaru tersebut, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Adapun Pertamax Green 95 mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa perubahan harga dilakukan setelah melalui evaluasi berkala sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurut perusahaan, penyesuaian harga dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk perkembangan harga minyak mentah global dan kondisi harga pasar yang berlaku. Proses penetapan harga juga telah dikoordinasikan dengan pemerintah selaku regulator sektor energi.
Pertamina menegaskan bahwa penyesuaian harga tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional sekaligus memastikan distribusi BBM berkualitas kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Di sisi lain, sejumlah produk BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga. Pertamax Turbo (RON 98) tetap dijual Rp20.750 per liter, Dexlite sebesar Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.
Untuk BBM bersubsidi, harga Pertalite masih bertahan di level Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap dipasarkan seharga Rp6.800 per liter. Pertamina juga memastikan ketersediaan pasokan BBM di jaringan SPBU seluruh Indonesia dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda