Untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025, Indofood membukukan penjualan neto konsolidasi sebesar Rp123,49 triliun, naik 7 persen dibandingkan Rp115,79 triliun pada tahun sebelumnya.
Tak hanya dari sisi pendapatan, Indofood juga mencatatkan peningkatan kinerja profitabilitas. Laba usaha naik 6 persen menjadi Rp24,57 triliun dari Rp23,09 triliun, dengan marjin laba usaha tetap stabil di kisaran 19,9 persen.
Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 24 persen menjadi Rp10,68 triliun dari Rp8,64 triliun pada tahun sebelumnya.
Adapun core profit yang mencerminkan kinerja operasional perusahaan tercatat naik tipis 1 persen menjadi Rp11,39 triliun dari Rp11,34 triliun.
“Di tengah kondisi makroekonomi yang penuh tantangan, Indofood tetap berada pada posisi yang baik dengan membukukan pertumbuhan penjualan dan profitabilitas didukung oleh model bisnis yang terintegrasi secara vertikal. Ke depannya, kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, tetap menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat," kata Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim dalam keterangan tertulis, Selasa, 31 Maret 2026.
| Baca juga: 'House of Flavour', Ruang Kreatif untuk Inovasi, Budaya dan Menjaga Lingkungan |
Kinerja ICBP 2025
Di sisi lain, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) juga mencatatkan performa yang tetap kuat sepanjang 2025. ICBP membukukan penjualan neto konsolidasi sebesar Rp74,85 triliun, tumbuh 3 persen dibandingkan Rp72,6 triliun pada tahun sebelumnya.Laba usaha meningkat 2 persen menjadi Rp16,66 triliun dari Rp16,32 triliun, dengan marjin laba usaha yang stabil di level 22,3 persen. Menariknya, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 30 persen menjadi Rp9,22 triliun dari Rp7,08 triliun pada tahun sebelumnya.
Meski mencatat kenaikan laba bersih, ICBP mengalami penurunan pada core profit. Tanpa memperhitungkan non recurring items dan selisih kurs, core profit turun 4 persen menjadi Rp9,98 triliun dari Rp10,41 triliun. Penurunan ini terutama dipicu oleh meningkatnya beban bahan baku yang memengaruhi kinerja operasional.
"Meskipun menghadapi situasi makroekonomi yang penuh tantangan, ICBP berhsil membuktikan ketangguhan kinerja keuangnnya di tahun 2025, sekaligus mempertahankan kepemimpinannya di sektor barang konsumsi. Ke depannya, kami akan terus memperkuat relevansi produk melalui inovasi yang berorientasi pada kebutuhan konsumen, memperluas jangkauan pasar baik di Indonesia maupun luar Indonesia, serta meningkatkan keunggulan operasional kami," ujar Anthoni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News