Mengusung tema “Cerita Lokal, Karya Nusantara”, MitMe Fest 2026 yang berlangsung pada 24–26 April 2026 di M Bloc Space, tepatnya di Melting Pot, hadir bukan sekadar pameran produk, melainkan sebagai ekosistem terintegrasi yang mempertemukan pelaku usaha, konsumen, komunitas, dan pemangku kepentingan dalam satu ruang kolaborasi.
“Festival ini bertujuan memberikan solusi nyata agar UMKM dapat berkembang, beradaptasi dengan era digital, dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan,” kata Vanie Elsis Mariana, Penanggung Jawab MitMe Fest 2026 sekaligus General Manager PT Kreasi Pena Indonesia dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 April 2026.
Akselerasi bisnis UMKM melalui pendekatan holistik
Menurut Vanie, pengunjung dan peserta MitMe Fest 2026 akan mendapatkan akses langsung ke berbagai program pengembangan bisnis yang strategis dan berorientasi hasil, meliputi:Pertama, asesmen level usaha UMKM, yakni instrumen untuk membantu pelaku usaha memahami posisi bisnis saat ini sekaligus merumuskan arah strategis untuk scale up dan ekspansi pasar.
Kedua, konsultasi bisnis eksklusif bersama founder MitMe, berupa sesi tatap muka untuk membahas tantangan nyata yang dihadapi UMKM, mulai dari strategi pemasaran, efisiensi operasional, hingga perencanaan pertumbuhan jangka panjang.
MitMe Fest 2026 diikuti oleh 23 UMKM pilihan binaan mitra strategis lintas sektor, seperti Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Jamkrindo, InJourney Airports, JNE, serta Waringin Hospitality, yang bersama-sama memperkuat ekosistem pertumbuhan UMKM dari sisi pembiayaan hingga distribusi.
Selain itu, UMKM yang hadir juga difasilitasi sertifikasi halal gratis sebagai bentuk komitmen MitMe dalam meningkatkan daya saing produk serta memperluas jangkauan pasar, baik domestik maupun global.
UMKM juga didorong untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan melalui workshop interaktif sebagai bagian dari experiential learning. MitMe Fest 2026 menghadirkan berbagai workshop kreatif yang dapat diikuti secara gratis oleh pengunjung dan dirancang secara inklusif sesuai semangat “karya lokal”.
Salah satu workshop yang dihadirkan adalah merangkai bunga, yang bertujuan mengasah kepekaan estetika dan keterampilan tangan peserta dalam mengembangkan usaha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News