Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Istimewa)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Istimewa)

Tarik Investor, Ganjar Tawarkan Investasi Mudah Hingga Tanpa Pungli

Lukman Diah Sari • 30 November 2022 16:37
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh jajaran dan kepala daerah untuk tidak mempersulit proses investasi. Pasalnya, kini investor jadi rebutan semua negara. 
 
Menyikapi arahan Presiden, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan instruksi yang disampaikan Kepala Negara untuk seluruh kepala daerah dan stakeholder sudah sangat jelas. Tujuannya, kata Ganjar, yakni gotong royong membangkitkan ekonomi nasional.
 
"Pesannya Pak Presiden sudah clear, situasi enggak mudah maka perintahnya daerah jangan mempersulit investasi. Tentu dari BI sudah menyiapkan instrumen agar kita bisa menyesuaikan kondisi yang tidak mudah ini," kata Ganjar usai Rakornas Investasi 2022, di Jakarta, Rabu, 30 November 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BI mencatat, pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan III tahun ini sebesar 5,72 persen. Dengan tingkat pertumbuhan ini, level PDB nasional secara kumulatif sampai triwulan III berada 6,6 persen di atas level kumulatif triwulan I-III tahun 2019.
 
Sementara untuk pertumbuhan ekonomi daerah hingga Triwulan III tahun 2022. Provinsi Jawa Tengah berhasil tumbuh hingga 5,37 persen dan hanya terpaut sedikit dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca: Jokowi Wanti-wanti untuk Jaga Kepercayaan Investor


Ganjar mengaku tengah berupaya menciptakan iklim investasi yang mudah, murah, lancar, dan tanpa pungutan liar (pungli) di daerahnya. Hal itu, agar investor berbondong-bondong ke Jawa Tengah agar bisa menumbuhkan ekonomi nasional. 
 
"Investor kan butuh insentif-insentif itu, tentu kemudahan ya yang paling utama perizinan, yang kedua pungli korupsi harus dibabat habis. Berikutnya problem kalau di Jawa Tengah ya lahan, maka kalau kita bisa memilih akomodasi rasanya tidak terlalu sulit," jelas Ganjar.
 
Tak hanya itu, Ganjar juga menyiapkan skema peningkatan ekonomi yang telah disusun bersama dengan pemerintah pusat dan Bank Indonesia. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan gairah perekonomian Jawa Tengah.

Baca: Presiden: Jangan Mempersulit Masuknya Investasi


"Maka buat kami kepala daerah menyiapkan apa yang telah menjadi desain bersama. Apakah insentif yang diberikan BI, skim kredit perbankan yang ada, kebijakan moneter yang ada dari BI, saya kira kita tinggal mendorong saja," ujar Ganjar.
 
Ganjar menerangkan nahwa kini pertumbuhan ekonomi harus berdikari, tidak lagi bergantung dengan banyak negara. Menurut dia, relasi antar negara perlu dipertimbangkan.
 
"Tetapi sekarang kemampuan dalam negeri butuh mendapatkan perhatian lebih utama termasuk SDM," ungkap dia.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif