Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: BPMI Setpres.
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: BPMI Setpres.

Jokowi Wanti-wanti untuk Jaga Kepercayaan Investor

Antara • 30 November 2022 13:58
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kepada seluruh jajarannya untuk berupaya menjaga kepercayaan investor yang telah dibangung saat ini sehingga investor tidak lari atau hengkang dari Tanah Air.
 
“Kepercayaan yang sudah kita dapatkan jangan sampai hilang gara-gara kita salah memperlakukan investasi yang masuk ke negara kita, karena ketatnya persaingan dalam merebut investasi,” kata Jokowi pada peresmian pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2022, dilansir Antara, Rabu, 30 November 2022.
 
Dia menyampaikan semua pihak harus memiliki perasaan yang sama dan sepakat situasi saat ini betul-betul situasi yang tak mudah dan sangat sulit untuk semua negara. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, urusan inflasi, pertumbuhan ekonomi yang anjlok, krisis energi, krisis pangan, yang diikuti dengan sulitnya mencari pupuk, serta krisis finansial, menghantui semua negara.  
 
Baca juga: Pemerintah Terbuka dengan Investor Asing untuk Bangun IKN Nusantara 

“Oleh sebab itu dalam menakhodai situasi yang sulit ini semuanya harus hati-hati, kebijakan semuanya harus hati-hati. Jangan sampai keliru, jangan sampai salah. Begitu salah, risikonya gede sekali,” tegasnya.
 
Dia menekankan dalam kondisi sekarang ini, investor menjadi rebutan semua negara untuk mendorong arus modal masuk. Sehingga, pemerintah pusat maupun daerah tidak boleh ada yang mempersulit masuknya investasi.   
 
“Semuanya jangan sampai ada yang mengganggu ini. Karena kepercayaan itu sudah kita peroleh, trust sudah kita peroleh, sekarang bagaimana implementasi dari policy-policy yang kita ambil. Jangan sampai ada yang terganggu,” jelasnya.
 
Jokowi juga menyampaikan pemerintah selalu mempelajari negara-negara yang ramai investasi melalui intelijen ekonomi, untuk membuat kebijakan yang ramah terhadap investor. Jika pelaksanaan investasi di lapangan masih terganggu, maka kebijakan yang sudah dibuat akan sia-sia.
 
“Pemerintah selalu pelajari, lewat intelijen ekonomi. Kenapa (investasi) lebih berbondong-bondong ke sana dan tidak berbondong-bondong ke sini. Ada kebijakan tambahan, insentif tambahan, tax holiday, diberikan perlakuan-perlakuan yang lebih baik, dipelajari semuanya. Tapi kalau nanti dalam pelaksanaan masih ada yang ganggu ya sudah buyar semua namanya kebijakan yang sudah disahkan,” ujarnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif