Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Pastikan Kestabilan Harga Kedelai, Indonesia Perlu Diversifikasi Pasar Impor

Antara • 22 Januari 2022 14:00
Jakarta: Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Aditya Alta menyatakan, pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan opsi untuk diversifikasi pasar impor kedelai untuk memastikan jumlah pasokan dan kestabilan harganya.
 
Aditya menyatakan diversifikasi juga penting dilakukan supaya Indonesia tidak tergantung pada satu negara manapun.
 
"Pembelian besar-besaran kedelai Amerika Serikat oleh Tiongkok dan krisis iklim yang melanda Argentina dan Brasil mempengaruhi jumlah pasokan dan kestabilan harga kedelai di Indonesia," katanya dilansir Antara, Sabtu, 22 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan, karena pasokan kedelai Indonesia didominasi Amerika Serikat, sangat penting untuk mencari sumber pasar tambahan yang juga mampu memasok komoditas itu untuk pasar domestik.
 
Berdasarkan data World Atlas, lanjutnya, Brasil merupakan negara penghasil kedelai terbesar di dunia dengan jumlah produksi mencapai 124 juta metrik ton pada 2019-2020.
 
Posisi selanjutnya ditempati Amerika Serikat dengan produksi sebesar 96,79 juta metrik ton, dan Argentina, berada di urutan ketiga dengan 51 juta metrik ton.
 
Tiongkok, Paraguay, dan India masing-masing berada di peringat keempat, kelima dan keenam dengan jumlah produksi 18,1 juta metrik ton, 9,9 juta metrik ton dan 9,3 juta metrik ton.
 
“Indonesia dapat menjajaki kemungkinan untuk membuka hubungan dengan negara eksportir kedelai nontradisional. Tidak tergantungnya kita pada satu negara saja dapat membantu meminimalkan dampak gangguan pasokan dari negara pemasok utama terhadap kestabilan harga kedelai di Tanah Air,” ungkap Aditya.
 
Berdasarkan data dari Trademap, lebih dari 90 persen pasokan kedelai Indonesia dipenuhi oleh Amerika Serikat. Terdapat penurunan sumbangan impor kedelai dari Amerika Serikat, dari hampir 99 persen pada 2016, menjadi 90,43 persen pada 2020.
 
Peringkat kedua pemasok kedelai Indonesia adalah Kanada, dengan proporsi yang jauh lebih kecil namun mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada 2016, Kanada menyumbang 0,33 persen kedelai impor, dan meningkat menjadi 9,28 persen pada 2020.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif