Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok Kemenko Perekonomian.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok Kemenko Perekonomian.

Perekonomian Indonesia Tumbuh Impresif Karena Kebijakan Tepat Selama Pandemi

Al Abrar • 08 Agustus 2022 19:35
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II-2022 tumbuh 5,44 persen Year on Year. Pengamat ekonomi Piter Abdullah melihat pertumbuhan impresif tersebut disebabkan membaiknya mobilitas masyarakat dan tingginya harga komoditas.
 
"Terlepas adanya good luck karena kenaikan harga komoditas, tetapi perekonomian indonesia yang bertahan di tengah pandemi sehingga mampu pulih cepat ketika pandemi mereda tidak bisa dipungkiri adalah disebabkan oleh tepatnya kebijakan yang diambil selama masa pandemi," ujar Piter saat dihubungi Senin, 8 Agustus 2022. 
 
Hal itu menurut Piter tak lepas dari kinerja yang baik dari pemerintah dan lembaga otoritas lainnya yaitu Bank Indonesia dan OJK. Pemerintah yang berkinerja baik dalam hal ini selain Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kemenkeu, juga kementerian yang membawahi kesehatan, dan Kementerian Investasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Piter, kebijakan-kebijakan yang ditujukan untuk membantu masyarakat kecil, termasuk program kartu prakerja, salah satu program yang dinilainya berhasil menjaga perekonomian Indonesia.
 
"Kebijakan-kebijakan yang ditujukan untuk membantu masyarakat kecil, termasuk program kartu prakerja," kata Piter.
 
Baca: Mantap! Ekonomi RI Sudah Kembali Capai Level Pra-Covid
 
Senada dengan Piter, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin memandang torehan tersebut sebuah prestasi yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menguat dibandingkan negara lain dan tetap menunjukkan resiliensi di tengah ketidakpastian global.
 
"Baik yang dipicu akibat ketegangan geopolitik, tren kenaikan inflasi, hingga ancaman kelangkaan pangan dan energi,” kata Puteri.
 
Puteri menyebut tumbuhnya ekonomi Indonesia yang mencapai angka 5,44 persen, tak lepas dari buah kinerja team ekonomi yang dikoordinir Menko Perekonomian yang juga ketua KPC-PEN, Airlangga Hartarto.
 
“Termasuk konsistensi dalam menjaga daya beli masyarakat pada kelompok 40 persen terbawah dengan menggenjot penyaluran Program PEN, yang juga dinahkodai beliau, baik atas program perlindungan sosial maupun subsidi,” tutur Puteri.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif