Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom.id.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom.id.

Mantap! Ekonomi RI Sudah Kembali Capai Level Pra-Covid

Antara • 08 Agustus 2022 18:24
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan perekonomian Indonesia sudah kembali mencapai level sebelum pandemi covid-19 merebak atau pra-covid.
 
"Perekonomian Indonesia sudah mencapai pra-covid level dihitung dari sisi GDP-nya, baik 2021 maupun 2022. Sementara dari sisi defisit APBN-nya relatif moderat," kata Sri Mulyani dalam keterangan pers selepas sidang kabinet paripurna tentang Nota Keuangan dan Rencana APBN 2023 yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo, dilansir Antara, Senin, 8 Agustus 2022.
 
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan perekonomian Indonesia berdasarkan besaran PDB kuartal II-2022 mencapai Rp4.919,9 triliun atau tumbuh sebesar 5,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu BPS mencatat perekonomian Indonesia 2021 berdasarkan PDB mencapai Rp16.970,8 atau tumbuh sebesar 3,69 persen, dengan rincian PDB per kapita senilai Rp62,2 juta atau USD4.349,5.
 
Menteri Keuangan (Menkeu) mengaku pertumbuhan ekonomi 5,44 persen pada kuartal II-2022 menjadi sebuah capaian impresif yang melampaui perkiraan optimistis pemerintah.
 
Baca juga: Momentum Lebaran Disebut Penyelamat Ekonomi RI di Kuartal II-2022

"Seperti kemarin dilihat dari pertumbuhan ekonomi di kuartal II yang mencapai 5,44 persen dan ini adalah pertumbuhan yang impresif tinggi, karena tahun lalu di kuartal II itu pertumbuhannya cukup tinggi di 7,1," katanya.
 
"Jadi baseline-nya sudah tinggi tahun lalu di kuartal II dan tahun ini bisa 5,44 persen. Bahkan (itu) di atas perkiraan optimistis kami 5,2 persen, ternyata 5,44 persen," ujar Menkeu menambahkan.
 
Pemerintah, lanjut Sri Mulyani, akan berusaha untuk mempertahankan ekonomi di level yang baik untuk sisa semester II-2022. "Ekonomi 2022 sudah dalam posisi yang baik dan harus terus dipertahankan dalam semester II," ujarnya.
 
Guna mendukung hal tersebut, menurut Sri Mulyani membutuhkan faktor-faktor sisi domestik mengingat lingkungan global masih diliputi ketidakpastian.
 
Sri Mulyani mengingatkan arahan Presiden yang meminta kepada segenap kementerian dan lembaga pemerintah bisa merealisasi belanja pemerintah 2022 dengan fokus membeli produk-produk yang memiliki kandungan lokal tinggi.
 
"Ini akan bisa mendukung pemulihan ekonomi yang semakin kuat di kuartal III dan IV, pada saat lingkungan global sedang mengalami kecenderungan gejolak," kata Sri Mulyani.
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif