Ilustrasi Penggunaan Energi Murah. Foto: Dokumentasi PLN
Ilustrasi Penggunaan Energi Murah. Foto: Dokumentasi PLN

PLN Dorong Inovasi Listrik Jadi Sumber Energi Murah

Annisa ayu artanti • 10 Agustus 2022 21:21
Jakarta: PT PLN (Persero) menyatakan dengan beralih dari energi berbasis fosil (BBM) ke energi berbasis listrik dapat menghemat ongkos produksi sekaligus mengurangi emisi karbon di masa depan. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengajak insan muda PLN maupun masyarakat untuk bisa mengembangkan inovasi dalam teknologi. 
 
Menurutnya, hal itu penting karena dengan beralihnya masyarakat dari energi berbasis fosil ke listrik membutuhkan pengembangan teknologi maupun alat yang bisa mengadaptasi perubahan ini.
 
"PLN jadi salah satu pelaku utama agar generasi masa depan mendapatkan masa depan yang lebih baik. Untuk itu, kita perlu mengembangkan inovasi teknologi yang tepat guna untuk bisa menjawab perubahan dari bahan bakar fosil ke berbasis listrik," ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Rabu, 10 Agustus 2022.
 
Baca juga: Mau Bepergian Jarak Jauh dengan Mobil Listrik, Ini Tipsnya

Salah satu program yang dikembangkan oleh PLN saat ini adalah mendorong kendaraan listrik, electrifying agriculture, dan electrifying marine.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menilai, melalui tiga program itu masyarakat tidak hanya berperan aktif dalam pengurangan emisi tetapi juga bisa menghemat ongkos produksi.
 
Impor minyak mentah saat ini hampir sangat besar. Kondisi tersebut harus dimitigasi agar tidak membebani APBN maupun Current Account Deficit (CAD).
 
"Untuk itulah perlu ada inovasi agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik," imbuhnya.
 
Sedangkan dari sisi electrifying agriculture, petani diyakini oleh Darmawan bisa lebih hemat dan meningkatkan produktivitas jika peralatan pertaniannya diganti berbasis listrik. Hal ini melepas ketergantungan para petani dari BBM. Selain itu, PLN juga melakukan electrifying marine dengan penyediaan fasilitas listrik di pelabuhan. 
 
"Ini sudah kita lakukan di daerah-daerah perikanan laut. Misalnya di kepulauan Maluku, Sulawesi, Kalimantan, dan lainnya. Kapal-kapal yang sandar tidak lagi bakar solar, hanya pakai listrik yang sangat irit," ucapnya.
 
Vice President Market Intelligence & Ekonomi Analitis PLN, Henri Firdaus mencatat hingga Juli 2022, capaian PLN dalam mendorong masyarakat pertanian memakai listrik mendapat sambutan yang baik. Pada tahun ini, total pelanggan electrifying agriculture mencapai 178.127 pelanggan dengan daya terpasang mencapai 2.966 MVA.
 
"Melalui electrifying agriculture, kami ingin meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ini bisa juga membantu petani untuk menghemat biaya operasional mereka. Dari menggunakan BBM dan LPG, kita konversi menjadi listrik," ujar Henri. 

 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif