Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dokumen Kementerian Perindustrian
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dokumen Kementerian Perindustrian

Bakal Tumbuh 30% per Tahun, Menperin: Industri Penerbangan Jadi Tulang Punggung Transportasi Nasional

Antara • 07 September 2022 20:49
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut industri penerbangan nasional menjadi tulang punggung transportasi dan konektivitas nasional serta penggerak utama perekonomian Indonesia.
 
"Kami bersikeras industri penerbangan kami, yang terdiri dari industri pembuatan pesawat dan komponen, industri Maintenance Repair and Overhaul (atau MRO), dan industri pembuatan drone, lebih dari kompeten dalam memberikan solusi untuk masalah," kata Agus dilansir Antara, Rabu, 7 September 2022.
 
Agus memaparkan, usai melewati pandemi covid-19 jumlah penumpang udara di Indonesia diperkirakan akan tumbuh 30 persen dari tahun ke tahun menjadi 140 juta penumpang dalam beberapa tahun ke depan.
 
Baca juga: Girang Harga Tiket Pesawat Turun, Sandiaga Uno: Ini Jadi Angin Segar bagi Pariwisata

Hal itu menjadikan Indonesia sebagai pasar penerbangan dengan pertumbuhan tercepat kedua di dunia setelah Tiongkok, berdasarkan pembelian pesawat dan nilai perdagangannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus juga menyampaikan menjadi negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17 ribu pulau yang membentang 5.150 kilometer dari timur ke barat, transportasi udara adalah cara tercepat untuk bepergian ke daerah-daerah di Indonesia.
 
International Air Transport Association (IATA), lanjutnya, memperkirakan Indonesia akan menjadi pasar transportasi udara terbesar keenam di dunia pada 2034.
 
Selama lebih dari dua tahun, perjalanan udara domestik dan internasional hampir terhenti. Dengan pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung, industri penerbangan dan kedirgantaraan RI menghadapi tantangan besar.
 
"Mengaktifkan kembali pesawat yang di-grounded adalah proses yang lambat, sehingga menyulitkan operator Indonesia untuk menambah kapasitas sebagai tanggapan atas pulihnya permintaan," ujarnya.
 
Baca juga: Bandara Halim Perdanakusuma Mulai Beroperasi Kembali 1 September 2022 

Ia mengungkapkan kegembiraannya melihat tiga perusahaan utama saat ini bekerja pada puncaknya untuk memastikan maskapai di Indonesia kembali mengudara.
 
Contohnya, PT Dirgantara Indonesia (Persero), satu-satunya produsen pesawat di Asia Tenggara, telah memproduksi pesawat terbang dan helikopter untuk keperluan komersial dan militer, dengan spesialisasi di bidang aerostructure.
 
PT Regio Aviasi Industri dengan dukungan pemerintah saat ini sedang mengembangkan pesawat turbo-propeller untuk penerbangan jarak menengah yang sesuai dengan geografi Indonesia dan Asia Tenggara.
 
Keduanya didukung Indonesia Aircraft Components Manufacturer Association (INACOM). Pudak Scientific yang anggotanya telah berhasil memasuki rantai pasokan internasional pesawat dengan lebih dari 80 persen produknya berorientasi ekspor.
 
Pemerintah Indonesia melalui Masterplan Pengembangan Industri Nasional 2015-2035 juga telah menetapkan industri pesawat terbang menjadi salah satu industri prioritas nasional dengan fokus pengembangan pesawat baling-baling, industri komponen, dan industri MRO.
 
Oleh karena itu, berbagai kebijakan telah dikeluarkan untuk mendukung pengembangan industri ini seperti insentif fiskal yang terdiri dari tax holiday, tax allowance, investment allowance, super tax deduction, dan pembebasan bea masuk, dan dukungan non-fiskal berupa pembiayaan pemerintah bagi pengekspor dan domestik.
 
"Pemerintah akan terus memberikan dukungan yang memungkinkan untuk memastikan pertumbuhan dan keberlanjutan industri penerbangan dan kedirgantaraan, termasuk insentif lebih lanjut untuk investasi, di atas yang saya sebutkan," tandasnya.
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif