Ilustrasi balon udara. Dok : MI.
Ilustrasi balon udara. Dok : MI.

Pilot Diminta Waspada Gangguan Balon Udara Liar

Ekonomi airnav balon udara
Husen Miftahudin • 26 Mei 2020 10:07
Jakarta: Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia memberi peringatan kepada pilot untuk mewaspadai gangguan balon udara seiring dengan temuan balon udara liar di sejumlah area ruang udara. Peringatan tersebut dilakukan dengan penerbitan notice to airmen (Notam) Nomor A1165/20 NOTAMN.
 
Direktur Utama AirNav Indonesia M Pramintohadi Sukarno mengatakan pihaknya terus memberikan informasi terkini kepada stakeholder penerbangan terkait dengan kondisi terakhir di ruang udara yang terpantau terdapat balon udara liar. Adapun Notam tersebut terbitkan berisi mengenai peringatan kepada para pilot yang melawati ruang udara di area Pekalongan, Wonosobo, Parakan, dan Kajen.
 
"Kami memperingatkan agar para pilot yang melewati area ruang udara tersebut berhati-hati. Ketinggian balon udara liar diperkirakan mulai dari 0-28 ribu kaki dengan arah dan kecepatan terbang yang tidak diketahui," ungkap Pramintohadi dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa, 26 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pramintohadi menjelaskan AirNav Indonesia hingga saat ini belum mendapatkan laporan pilot (pilot report) yang menyatakan melihat balon udara di area ruang udara tersebut. Meski demikian, adanya penerbangan balon udara liar sangat mengancam keselamatan penerbangan dan terdapat sanksi tegas yang menanti pelaku.
 
Ia kembali mengingatkan para pelaku penerbang balon liar bisa mendapat sanksi pidana oleh aparat penegak hukum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan. Pada Pasal 411 menyatakan bahwa terdapat ancaman pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp500 juta.
 
Pramintohadi mengatakan terdapat aturan yang harus dipatuhi dalam menerbangkan balon udara ditambatkan yang dijelaskan di dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 40 Tahun 2018 tentang penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat.
 
Baca: 6 Balon Udara Siap Terbang di Wonosobo Disita
 
Beberapa pemerintah daerah bahkan saat ini sudah melarang penerbangan balon udara dengan ditambatkan, karena kondisi pandemi covid-19 dan upaya untuk mengimplementasikan jaga jarak (physical distancing).
 
"Kami telah berkoordinasi sebelumnya dengan beberapa pemerintah daerah yang terdapat pegiat balon udara tradisional di daerahnya. Pemerintah Kabupaten Wonosobo misalnya, telah melarang penerbangan balon udara tradisional dalam pencegahan penyebaran covid-19 serta keamanan dan keselamatan penerbangan," urai dia.
 
Dalam Surat Pemerintah Kabupaten Wonosobo Nomor: 130/155/2020 per 11 Mei 2020, disampaikan kepada seluruh masyarakat Wonosobo agar tidak mengadakan kegiatan pembuatan, penerbangan, festival, maupun kegiatan sejenisnya terkait dengan balon udara tradisional.
 
"Keselamatan penerbangan tidak akan dapat terwujud tanpa peran aktif seluruh elemen masyarakat termasuk para pegiat balon udara tradisional," pungkas Pramintohadi.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif