Perusahaan manufaktur. Foto: MI/Irfan.
Perusahaan manufaktur. Foto: MI/Irfan.

Perusahaan Manufaktur Serap 20 Juta Pekerja, Menperin Bantah PHK Massal

Arif Wicaksono • 08 Mei 2026 13:44
Ringkasnya gini..
  • Ia menyebut hingga Februari 2026, sektor perusahaan manufaktur berhasil menyerap sekitar 20 juta tenaga kerja. Angka tersebut dinilai menjadi bukti bahwa industri manufaktur nasional masih tumbuh dan tetap menjadi salah satu motor utama ekonomi Indonesia.
  • Agus menilai ketahanan sektor manufaktur Indonesia sudah terbukti sejak pandemi COVID-19. Saat itu, industri manufaktur menjadi salah satu sektor yang paling cepat pulih dibanding sektor ekonomi lainnya.
Badung, Bali: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan perusahaan manufaktur di Indonesia masih menunjukkan kinerja yang kuat di tengah tantangan ekonomi global. Ia juga membantah anggapan bahwa sektor manufaktur sedang mengalami gelombang PHK besar-besaran.
 
Baca juga:  Kemenperin Bilang PMI Drop Gara-Gara Gangguan Global, Sinyal Lesu Industri?    
Menurut Agus, memang ada pemutusan hubungan kerja di sejumlah industri, namun jumlah penyerapan tenaga kerja baru jauh lebih besar dibanding angka PHK yang terjadi di lapangan.

“Data kami menunjukkan penciptaan lapangan kerja di sektor manufaktur masih jauh lebih tinggi dibanding PHK,” ujar Agus saat meresmikan Gedung Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Badung, Jumat.
 
Ia menyebut hingga Februari 2026, sektor perusahaan manufaktur berhasil menyerap sekitar 20 juta tenaga kerja. Angka tersebut dinilai menjadi bukti bahwa industri manufaktur nasional masih tumbuh dan tetap menjadi salah satu motor utama ekonomi Indonesia.
 
Agus menilai ketahanan sektor manufaktur Indonesia sudah terbukti sejak pandemi COVID-19. Saat itu, industri manufaktur menjadi salah satu sektor yang paling cepat pulih dibanding sektor ekonomi lainnya.
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri manufaktur pada triwulan I 2026 mencapai 5,04 persen. Capaian itu lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 4,55 persen.
 
Selain pertumbuhan, kontribusi perusahaan manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional juga tetap dominan. Pada kuartal pertama 2026, sektor ini menyumbang sekitar 19,07 persen terhadap PDB nasional dengan nilai mencapai Rp1.179 triliun. Menurut Agus, data tersebut sekaligus membantah narasi bahwa Indonesia sedang mengalami deindustrialisasi dini.

“Kontribusi manufaktur terhadap ekonomi nasional justru terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.
 
Dari sisi investasi, sektor manufaktur juga masih menjadi magnet utama penanaman modal. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di industri manufaktur mencapai Rp182 triliun atau setara 36,5 persen dari total investasi nasional. Tak hanya itu, sektor perusahaan manufaktur juga mendominasi ekspor Indonesia. Berdasarkan data BPS periode Januari-Februari 2026, ekspor produk manufaktur menyumbang 83,6 persen dari total ekspor nasional.

“Artinya sebagian besar ekspor Indonesia berasal dari produk manufaktur. Ini menunjukkan betapa pentingnya sektor manufaktur bagi perekonomian nasional,” ujar Agus.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan