Bahkan dari 900-an perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekitar 60 persen masih berupa perusahaan keluarga atau mayoritas sahamnya dimiliki oleh keluarga. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan-perusahaan keluarga apalagi di saat persaingan bisnis semakin ketat.
Untuk itu, Fakultas Bisnis President University (Presuniv) menyelenggarakan International Conference on Family Business and Entrepreneurship (ICFBE) dua kota di Filipina. ICFBE 2024 di Filipina adalah konferensi internasional ke-8 yang diselenggarakan secara berturut-turut oleh Fakultas Bisnis.
“Di ajang ICFBE, akademisi, praktisi bisnis, dan pemerintah saling bertukar hasil riset terbaru atau praktik terbaik dari berbagai negara, mendiskusikan perubahan kebijakan, serta kondisi ekonomi yang sedang berkembang,” kata Dekan Fakultas Bisnis yang juga Chairman ICFBE 2024 Iman Permana dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 29 Oktober 2024.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila Mudzakir berharap ICFBE terus menjadi platform yang efektif untuk memajukan bisnis keluarga dan kewirausahaan. Mudzakir juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kemitraan bagi bisnis keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan pada saat ini.
“Komitmen bersama dalam mendorong inovasi dan kewirausahaan di kalangan generasi muda sangat penting bagi pembangunan yang berkelanjutan, baik di Indonesia maupun Filipina,” ujar dia.
| Baca juga: Mengenal Apa itu Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Cara Menghitungnya |
Wakil Gubernur Provinsi Capiz Jaime O. Magbanua yang menjadi salah satu pembicara pada ajang ICFBE tersebut menegaskan pentingnya perusahaan keluarga bagi suatu negara. Magbanua juga menekankan bahwa inovasi dan kreativitas sangat penting untuk membuat setiap kota dan negara menjadi kompetitif di pasar global.
“Penting untuk menggabungkan praktik-praktik terbaik dalam bisnis keluarga dengan kelihaian generasi muda dalam menggunakan teknologi. Dengan cara seperti itu, suatu negara akan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kaum muda akan memainkan peran penting dalam hal ini,” tegasnya.
International Chancellor Presuniv Ki-chan Kim mengungkapkan pentingnya memiliki mimpi bagi siapapun yang ingin berkarir. Chairman of International Council for Small Business (ICSB) dan Professor Management di Catholic University of Korea ini menilai, kehidupan sebenarnya dimulai ketika memiliki impian.
“Kewirausahaan menginspirasi generasi muda untuk terus menciptakan peluang yang memberi mereka harapan. Melalui berbagai peluang yang mereka ciptakan, mereka dapat mewujudkan impiannya agar menjadi kenyataan,” ucap Kim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News