Ilustrasi kartu kredit. Foto: Paxel
Ilustrasi kartu kredit. Foto: Paxel

Paylater vs Kartu Kredit: Mana yang Lebih Menguntungkan

Annisa ayu artanti • 21 Januari 2026 18:05
Jakarta: Di tengah pesatnya pertumbuhan belanja daring, paylater dan kartu kredit menjadi dua metode pembayaran yang paling sering digunakan masyarakat. Keduanya menawarkan kemudahan transaksi tanpa harus membayar secara langsung, sehingga dianggap praktis dan fleksibel.
 
Namun, di balik kemudahan tersebut, tidak sedikit konsumen yang masih bingung memilih antara paylater atau kartu kredit. Pasalnya, meski sama-sama berbasis utang, karakteristik, biaya, hingga risikonya cukup berbeda. Lantas, mana yang sebenarnya lebih menguntungkan?

Mengenal paylater dan kartu kredit

Paylater merupakan layanan keuangan digital yang memungkinkan pengguna membeli barang atau jasa sekarang dan membayarnya di kemudian hari. Layanan ini umumnya terintegrasi langsung dengan platform e-commerce atau aplikasi digital.
 
Sementara itu, kartu kredit adalah Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) yang diterbitkan oleh lembaga keuangan. Kartu ini bisa digunakan untuk berbelanja, membayar tagihan, hingga tarik tunai, baik secara online maupun offline.

Dari bentuknya, paylater sepenuhnya berbasis digital, sedangkan kartu kredit hadir dalam bentuk kartu fisik yang dilengkapi nama pemilik, nomor kartu, dan kode keamanan.
 
Baca juga: Fenomena Baru: Masyarakat RI Kecanduan Pinjol dan Paylater?

Perbedaan paylater vs kartu kredit

1. Penyedia layanan
Paylater umumnya disediakan oleh perusahaan financial technology (fintech), baik secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan platform e-commerce.
Sementara kartu kredit diterbitkan oleh bank atau lembaga keuangan resmi.
 
2. Limit pinjaman dan bunga
Paylater sering kali menawarkan limit yang cukup besar di awal, meski tetap bergantung pada kebijakan penyedia dan riwayat pembayaran pengguna.
 
Adapun limit kartu kredit disesuaikan dengan penghasilan nasabah, sehingga lebih proporsional terhadap kemampuan finansial.
 
Dari sisi bunga, Bank Indonesia menetapkan bunga kartu kredit maksimal sebesar 1,75 persen per bulan. Sementara bunga paylater ditentukan masing-masing penyedia dan umumnya lebih tinggi, berkisar 2,25 persen hingga 4 persen.
 
3. Proses pengajuan
Pengajuan paylater relatif mudah karena dilakukan secara daring dengan persyaratan sederhana seperti KTP dan swafoto.
 
Sebaliknya, kartu kredit membutuhkan proses lebih panjang, termasuk verifikasi slip gaji, NPWP, dan dokumen pendukung lainnya.
 
4. Masa tenor
Tenor cicilan paylater umumnya maksimal 12 bulan, sedangkan kartu kredit bisa menawarkan tenor lebih panjang hingga 24 bulan.
 
5. Keamanan dan perlindungan konsumen
Dari sisi keamanan, kartu kredit memiliki perlindungan yang lebih kuat, termasuk fitur chargeback jika terjadi transaksi mencurigakan.
 
Sementara akun paylater relatif lebih rentan terhadap pembobolan jika keamanan akun digital tidak dijaga dengan baik.
 
6. Biaya yang dikenakan
Paylater umumnya tidak membebankan biaya tahunan, tetapi bisa mengenakan biaya layanan per transaksi dan denda keterlambatan.
 
Kartu kredit memiliki variasi biaya, mulai dari annual fee hingga bunga, meski sebagian bank menawarkan kartu bebas iuran tahunan.
 
7. Fleksibilitas penggunaan
Paylater biasanya hanya bisa digunakan di platform tertentu sesuai kerja sama merchant.
Sebaliknya, kartu kredit dapat digunakan secara luas, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
 
8. Poin dan cashback
Kartu kredit unggul dari sisi program loyalitas seperti poin, miles, dan cashback.
Sementara paylater jarang menawarkan program serupa, meski terkadang memberikan promo atau diskon khusus di platform tertentu.
 
Jadi, Mana yang Lebih Menguntungkan?
 
Pada dasarnya, tidak ada jawaban mutlak soal mana yang lebih untung antara paylater dan kartu kredit. Keduanya memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda, tergantung kebutuhan dan profil risiko pengguna.
 
Paylater cocok bagi kamu yang membutuhkan transaksi cepat, nominal kecil, dan proses pengajuan praktis.
 
Sementara kartu kredit lebih sesuai bagi pengguna yang membutuhkan limit besar, tenor panjang, serta fleksibilitas penggunaan secara global.
 
Yang terpenting, baik paylater maupun kartu kredit tetap merupakan bentuk utang. Karena itu, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial agar tidak menjadi beban di kemudian hari.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan