Ilustrasi. Foto: Freepik
Ilustrasi. Foto: Freepik

Mengatasnamakan Bank hingga Pajak, Impersonation Scam Mengintai Pelaku Usaha

Annisa ayu artanti • 24 Januari 2026 13:34
Jakarta: Modus penipuan dengan cara menyamar atau impersonasi identitas masih menjadi ancaman serius, terutama bagi pelaku bisnis. 
 
Pelaku kerap berpura-pura sebagai kerabat, pihak perbankan, hingga instansi pemerintah seperti Dukcapil, kelurahan, atau Direktorat Jenderal Pajak, untuk menjebak korban dan meraup keuntungan finansial besar.
 
Seiring meningkatnya aktivitas digital dan transaksi keuangan, pelaku usaha menjadi target empuk karena dianggap memiliki kebutuhan mendesak terkait perbankan, investasi, maupun urusan administrasi perpajakan.

Pelaku bisnis jadi sasaran utama

Merangkum laman OCBC, dijelaskan dalam praktiknya penipu sering menawarkan “bantuan” yang tampak relevan dengan kebutuhan pelaku usaha. Mulai dari tawaran investasi, pengurusan transfer dana, hingga asistensi pajak, semuanya dikemas secara profesional agar terlihat sah dan meyakinkan.
 
Baca juga: Scam Makin Menggila, DPR Dorong OJK Siapkan Layanan 24 Jam Lindungi Konsumen

Pendekatan ini dilakukan secara intensif dan persuasif, sehingga korban kerap lengah dan mengikuti arahan tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut.

Modus mengatasnamakan bank hingga kerabat

Salah satu skenario umum impersonation scam diawali dengan panggilan suara yang mengatasnamakan pihak bank. 

Pelaku menawarkan investasi dengan imbal hasil besar, lalu secara perlahan mengarahkan korban untuk login ke akun perbankan digital, mentransfer dana, atau mengisi data melalui tautan tidak resmi yang dikirim lewat WhatsApp maupun email yang menyerupai kanal resmi.
 
Skenario lain, pelaku menghubungi korban menggunakan nomor tak dikenal dan berpura-pura sebagai kerabat. Dengan dalih kondisi darurat atau kebutuhan mendesak, korban diminta mentransfer uang dalam jumlah besar dan dijanjikan penggantian dalam waktu singkat.

Risiko kerugian finansial dan kebocoran data

Jika terjebak, korban tanpa sadar telah membagikan informasi rahasia. Kondisi ini membuka peluang bagi pelaku untuk menguras isi rekening, menyalahgunakan data pribadi, hingga mengeksploitasi data perusahaan yang bersifat sensitif.
 
Dampaknya tidak hanya kerugian finansial, tetapi juga berpotensi merusak reputasi dan keberlangsungan bisnis.
 
Oleh karena itu, sobat Medcom.id diharapkan lebih berhati-hati dan memperhatikan modus-mdus penipuan online yang marak terjadi saat ini. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan