Franchise & License Expo Indonesia (FLEI). Foto: Kemendag
Franchise & License Expo Indonesia (FLEI). Foto: Kemendag

Bisnis Franchise Lokal Berpeluang Go Global, Mendag Ungkap Caranya

Annisa ayu artanti • 10 Oktober 2026 21:19
Ringkasnya gini..
  • Mendag Budi Santoso mendorong generasi muda menjajal bisnis waralaba karena sistem usahanya telah tersedia dan dapat membantu pemula belajar berbisnis.
  • Kemendag mencatat 711 sesi business matching pada Januari-Agustus 2026 dengan nilai transaksi ekspor USD346,99 juta.
  • Waralaba lokal didorong memperluas pasar ke luar negeri melalui dukungan perwakilan perdagangan RI dan program fasilitasi ekspor.
Jakarta: Punya keinginan memulai bisnis, tapi masih bingung harus bangun usaha dari nol? Mungkin waralaba (franchise) bisa menjadi salah satu pilihan yang layak untuk dipertimbangkan. Selain karena model bisnis ini menawarkan sistem operasional yang sudah tersedia, calon pengusaha pemula juga bisa lebih fokus menjalankan usaha. 

Peluang tersebut juga dilirik pemerintah sebagai cara mendorong lahirnya wirausaha baru, sekaligus memperluas jangkauan produk lokal ke pasar internasional. Dilansir dari laman Kementerian Perdagangan pada Sabtu, 10 Oktober 2026, Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyampaikan ajakan tersebut saat membuka Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) ke-27 di NICE PIK, Tangerang pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Menurutnya, waralaba dapat membantu anak muda mempelajari pengelolaan bisnis melalui sistem yang telah teruji. 

“Generasi muda yang ingin memulai usaha dapat memilih bisnis waralaba karena sistem bisnisnya sudah tersedia dan tinggal dijalankan,” ujar Budi.
   

Bisnis Waralaba Lokal Tak Cuma Bidik Pasar Indonesia


Peluang waralaba di Indonesia tidak terbatas pada merek asing. Budi menilai produk lokal juga punya potensi besar untuk dikembangkan melalui model bisnis ini, termasuk usaha kuliner seperti bakso dan soto. 

Karena itu, promosi dan penguatan waralaba lokal perlu terus dilakukan agar semakin dikenal masyarakat dan mampu bersaing dengan merek dari luar negeri.

Pemerintah juga mendorong pelaku usaha memperluas pasar hingga ke mancanegara melalui program Rasa Rempah Indonesia atau S’RASA. Program ini didukung 46 perwakilan perdagangan RI yang tersebar di 33 negara, termasuk atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). 

“Perwadag RI yang tersebar di 33 negara turut kami tugaskan untuk mengembangkan potensi waralaba Indonesia di pasar-pasar negara tujuan ekspor kita,” jelas Budi.
   

Peluang Ekspor Terbuka, UMKM Bisa Manfaatkan Business Matching


Untuk membantu pelaku usaha menjangkau pembeli internasional, Kementerian Perdagangan menyediakan fasilitasi ekspor melalui penjajakan bisnis atau business matching. Melalui program ini, pelaku usaha dapat mempresentasikan produk kepada perwakilan perdagangan RI, yang kemudian membantu mencarikan calon pembeli di negara tujuan. 

Sepanjang 2025, Kemendag menyelenggarakan 622 sesi business matching dengan nilai transaksi ekspor USD134,87 juta. Pada Januari-Agustus 2026, jumlahnya meningkat menjadi 711 sesi dengan nilai transaksi USD346,99 juta.

Selain itu, pelaku usaha dapat memanfaatkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, untuk memperluas jaringan dan menjajaki pasar ekspor. Pameran ini juga menghadirkan Zona KoTeKa yang mempromosikan kopi, teh, dan kakao Indonesia kepada pembeli internasional. 

Keberhasilan industri waralaba tidak cukup diukur dari bertambahnya merek dan gerai, tetapi juga dari penciptaan wirausaha, lapangan kerja, serta keterlibatan UMKM dalam rantai pasok. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan