Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki (kiri) dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny Gerard Plate. Foto: dok Kominfo.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki (kiri) dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny Gerard Plate. Foto: dok Kominfo.

Ekonomi RI akan Bergantung pada Kekuatan Produk Dalam Negeri

Ekonomi Kominfo Produk Dalam Negeri Ekonomi Indonesia kementerian lembaga Kementerian Koperasi dan UKM Teten Masduki E-Katalog
Ade Hapsari Lestarini • 19 April 2022 11:19
Jakarta: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki menegaskan perekonomian nasional beberapa waktu ke depan akan sangat bergantung pada kekuatan domestik, atau produk dalam negeri.
 
Atas kondisi itulah maka showcase and business matching digelar. Teten pun menegaskan langkah tersebut untuk mengoptimalkan kebijakan pemerintah yang sudah diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja, 40 persen belanja kementerian dan lembaga termasuk pemerintah daerah, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah untuk membeli produk-produk koperasi dan UKM.
 
"Nilai cukup besar sekitar Rp400 triliun. Kalau kita belanjakan atau 40 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kita untuk membeli produk-produk UKM, Badan Pusat Statistik BPS sudah menghitung akan terjadi pertumbuhan ekonomi hingga 100,85 persen," kata Menteri Teten, saat showcase and business matching tahap kedua bertajuk "Produk IT dan Digital" yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM, dikutip dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 19 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jumlah ini dikatakannya bukan nilai yang kecil di tengah ekonomi global dunia yang sedang lesu. Apalagi jika ini berjalan, juga bisa menyerap dan menciptakan sekitar dua juta lapangan kerja. Lebih dari itu, jika sudah ada kepastian pasar untuk produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), tentu akan mempercepat akselerasi penyaluran pembiayaan untuk sektor ini.
 
Saat ini, pemerintah sudah menaikkan porsi kredit perbankan untuk sektor UMKM sebesar 30 persen. "Ini akan menjadi momentum bagi kebangkitan UMKM untuk meningkatkan kualitas produksi dan kapasitas produksinya," kata Menteri Teten.
 
Pada kesempatan tersebut, Teten Masduki pun mengajak semua Kementerian, Lembaga hingga Pemerintah Daerah agar mendukung serta berkomitmen menggunakan produk-produk dalam negeri. "Akan terjadi pertumbuhan ekonomi dan bisa menyerap lapangan kerja sekitar dua juta. Untuk menjadi negara empat besar dunia, harus dari sekarang kita memperkuat sektor produksi kita," kata Teten.
 
Pada showcase dan business matching tahap kedua ini, Kementerian Koperasi dan UKM mengangkat tema "Teknologi Informasi, Komunikasi dan Digital". Menurut Teten, produk-produk di bidang teknologi informasi, komunikasi dan digital buatan dalam negeri bagus dan mumpuni untuk bersaing di dunia pasar.
 
"Ada macam-macam produknya mulai dari simulator, mobil penangkap sinyal, produk aplikasi, hingga alat pertanian dengan tekonologi. Kami harapkan dengan adanya showcase ini ada interaksi dengan pelaku UMKM, sehingga dapat memenuhi kebutuhan barang dan jasa pemerintah," lanjutnya.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif