Pengurus Forkopi beraudiensi ke Fraksi PKS DPR. Foto: Dok Forkopi
Pengurus Forkopi beraudiensi ke Fraksi PKS DPR. Foto: Dok Forkopi

Forkopi Berharap Koperasi Tak di Bawah Pengawasan OJK

Media Indonesia.com • 16 November 2022 22:29
Jakarta: Forum Komunikasi Koperasi Indonesia (Forkopi) berharap koperasi tak di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini merespons masuknya koperasi ke dalam Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU PPSK).
 
Keinginan itu disampaikan pengurus Forkopi saat beraudiensi ke Fraksi PKS di Gedung DPR, kemarin. "Pengesahan RUU PPSK dapat mematikan jati diri bahkan keberadaan koperasi di Indonesia," kata perwakilan dari Forkopi, Kartiko Ardi Wibowo.
 
Kedatangan pengurus Forkopi diterima Ketua Fraksi PKS, Ecky Awal Mucharam. Hadir juga Anggota DPR dari Komisi XI Anis Byarwati dan Hidayatullah. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Forkopi menaungi sejumlah lembaga yang membawahkan koperasi. Meliputi Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI), Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam Indonesia (Askopindo), hingga Perhimpunan BMT Indonesia (PBMTI).
 
"Forkopi secara tegas menolak RUUP2SK dan menentang koperasi di bawah pengawasan OJK," kata Kartiko.
 
Pengurus AMKI, Frans Meroga, menambahkan bahwa OJK tak cocok untuk mengawasi kinerja koperasi. "Itu menyalahi jati diri koperasi,” ujar Frans.
 
Anis Byarwati menyatakan akan menampung aspirasi Forkopi ini. Dia juga berjanji akan memperjuangkannya melalui jalur parlemen.
 
"Aspirasi ini kami terima dengan baik. Kami tangkap dengan baik dan bahkan selaras dengan perjuangan PKS," kata Anis.
 
Baca: Koperasi Dinilai Punya Peran Utama bagi Perekonomian Nasional
 
Menurutnya, jati diri koperasi adalah mengedepankan keadilan, gotong royong, menaungi ekonomi kecil, dan menanungi masyarakat yang tak tersentuh perbankan. Fraksi PKS berkomitmen mendorong agar masukan dan aspirasi dari masyarakat ini bisa dipertimbangkan Panitia Kerja Pembahasan RUU PPSK di Komisi XI DPR.
 
"Kami juga mendorong Kementerian koperasi untuk menjadi pengayom koperasi karena koperasi berbeda dengan perbankan maupun sektor keuangan lainnya," kata dia.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif