Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Dokumen Kemenko Marves
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Dokumen Kemenko Marves

Menko Luhut Targetkan E-Katalog 2023 Capai 5 Juta Produk

Annisa ayu artanti • 29 November 2022 17:30
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan tahun depan pemerintah menargetkan lima juta produk tercantum dalam E-Katalog. Target tersebut ditaruh lantaran capaian E-Katalog saat ini telah menyentuh angka 2,18 juta produk. Angka itu jauh melampaui target Presiden Joko Widodo sebanyak satu juta produk pada 2022.
 
"Kita targetkan pada 2023 dapat mencapai lima juta produk. Apresiasi khusus saya sampaikan kepada LKPP yang telah bekerja keras untuk mengkoordinir program E-Katalog ini, dan seluruh 542 Pemda yang telah menayangkan produk di E-Katalog lokal," ujar Luhut, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 29 November 2022.
 
Adapun komitmen belanja Produk Dalam Negeri (PDN) oleh kementerian, lembaga, pemerintah dan dan BUMN telah mencapai lebih dari Rp994,46 triliun dan E-Katalog telah menyentuh angka 2,18 juta produk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Per November 2022, komitmen belanja PDN oleh K/L/PD dan BUMN telah mencapai lebih dari Rp994,46 triliun dengan realisasi mencapai angka Rp584,59 triliun. Hal ini membuktikan keberpihakan pemerintah terhadap produsen dalam negeri. Akan tetapi, diperlukan akselerasi realisasi belanja PDN oleh pemerintah pusat dan daerah yang baru mencapai Rp343,29 triliun dari target Rp400 triliun tahun ini," kata Luhut.
 
Baca juga: Perkuat Indonesia, Presiden Optimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri 

Luhut menjelaskan, capaian ini sejalan dengan Inpres Nomor 2 Tahun 2022 yang isinya tentang instruksi presiden kepada seluruh menteri, kepala lembaga, dan kepala daerah untuk memanfaatkan dan memberdayakan produk dalam negeri dan produk UMK-Koperasi melalui pengadaan barang/jasa.
 
Tujuan dari instruksi ini tidak lain adalah untuk meningkatkan perputaran ekonomi, menciptakan supply-demand produk lokal, dan menciptakan sistem pengadaan pemerintah yang efisien, transparan, dan berkelanjutan.
 
"Patut kita banggakan bersama, seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah telah berkomitmen untuk mengimplementasikan Inpres 2/2022 secara aktif," ucapnya.
 
Selain itu, dalam mendukung PDN ini, Luhut menegaskan diperlukan komitmen yang kuat dari kita semua untuk mengurangi belanja impor. Tahun depan, seluruh belanja impor maksimal lima persen, dengan seluruh 95 persen untuk belanja PDN, atau berkisar Rp1.002 triliun. Menurutnya, upaya tersebut akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
 
"Berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), peralihan belanja impor ke belanja PDN senilai Rp400 triliun saja dapat memberi dampak ekonomi di kisaran 1,6 hingga 1,7 persen dengan serapan dua juta tenaga kerja, apalagi apabila seluruh Rp1.002 triliun untuk belanja PDN," jelasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 

 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif