“Orientasinya saat ini harus siap berubah dan fokus pada jangka pendek, karena ini survival. Jangka pendeknya ini harus di-walk out dengan baik dan mendetail. Misalnya, sebelum pemilu Februari apa yang harus dilakukan, setelah pemilu masuk ramadan apa yang harus dilakukan, presiden baru terpilih apa yang harus dilakukan,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 1 Februari 2024.
Untuk itu, SWA Media Group bersama Dunamis Organization Service mengadakan survei ‘Indonesia Best CEO 2023’ yang diikuti 30 perusahaan dari kalangan BUMN, swasta nasional dan multinasional. Jumlah ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu yang diikuti oleh 23 CEO.
Pemimpin Redaksi Majalah SWA, Sujatmaka mengatakan, CEO yang terpilih merupakan pemimpin bisnis yang berhasil membawa perusahaan mereka tetap berdiri kokoh, bahkan tetap tumbuh di tengah terjangan disrupsi teknologi dan tantangan bisnis.
“Tidak mudah meyakinkan atau mendapat peserta CEO yang bersedia dinilai kinerjanya di tengah kondisi yang sangat menantang saat ini. Akan tetapi, para peserta yang mengikuti survei ini berhasil membuktikan dan mereka bukan sembarang CEO, mereka adalah pemimpin pasar di sektornya masing-masing,” ujar dia.
Adapun survei dengan menggunakan pendekatan yang meliputi empat peran kepemimpinan, Inspire Trust (membangun kepercayaan pada karyawan di tengah perubahan agar perusahaan survive), Create Vision (kemampuan mengkreasikan purpose/tujuan), Execute Strategy (kemampuan mengeksekusi strategi), dan Coach Potential (kemampuan menempatkan orang-orang).
| Baca juga: Dampak Perang Israel-Hamas Bikin Starbucks Merugi |
Tommy menyebut, ada beberapa isu menarik dari hasil penjurian dan diskusi Best CEO tahun ini, yaitu munculnya CEO non-Jakarta. Menurutnya, ini merupakan dampak dari digitalisasi sehingga para CEO di daerah sudah mengadopsi ilmu-ilmu digital, bahkan ada juga yang sekolah ke luar negeri meskipun mereka tidak di Jakarta.
“Yang seru adalah ukuran bisnisnya bisa besar. Misalnya, revenue hotel di Jogja bisa sama dengan hotel di Jakarta. Jadi ada sebuah desentralisasi bisnis yang harus kita lihat bahwa CEO itu tidak harus serta merta dari Jakarta saja. Dari kota-kota kecil bisa muncul CEO yang bersinar memimpin bisnis yang kompleks,” ucap Tommy.
Responden yang dipilih adalah karyawan perusahaan yang dipimpin oleh CEO tersebut, yang berada di level 3-4 di bawah CEO. Di samping itu, kinerja perusahaan yang mereka pimpin pada 2022 dan 2023 (per Juni atau September 2023) juga dipertimbangkan.
Ada empat kategori yang diberikan, pertama Best CEO with Distinction. Pemenangnya antara lain ada Edison Manalu, CEO PT Mount Scopus Indonesia (The Harvest Group); Irianto Santoso, Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk.; Edhi Tjahja Negara, Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk.; Vikram Sinha, Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo Hutchison; serta Handojo Gunawan Kusuma, Presiden Direktur PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri).
Kategori kedua adalah Best CEO in Leading Company. Pemenangnya antara lain Taufik Aditiyawarman, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional; Iman Rachman, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia; dan William Lumentut, Presiden Direktur PT Bentoel Internasional Investama Tbk (Bentoel Group).
Kategori ketiga yaitu Best CEO in Emerging Growth Company di antaranya Kany Virgo Soemantoro, President PT Nusa Selaras Indonesia (Nu Skin) Indonesia, Filipina, Malaysia & Brunei; Rizka Wahyu Romadhona, CEO & Founder PT Agrinesia Raya; Ricky Surya Prakasa, MBA, Presiden Direktur PT MECCAYA; Bambang Pediantoro, SE, MM, CPHR, Direktur Utama PT Unisia Medika Farma (Rumah Sakit JIH); dan Rakhmad Tunggal Afifuddin, Direktur Utama PT Finnet Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News