Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, mengatakan lonjakan harga komoditas energi seperti bahan bakar minyak (BBM) dan gas memberikan dampak
langsung terhadap dunia usaha.
| Baca juga: James Riady Soroti Arah Pembangunan di Tengah Tekanan Global |
Menurutnya, kenaikan harga energi akan meningkatkan biaya logistik dan transportasi, terutama karena banyak industri di dalam negeri masih bergantung pada bahan baku impor.
“Ketika harga BBM naik, otomatis biaya distribusi ikut terdorong. Ditambah lagi pelemahan rupiah akan membuat bahan baku impor semakin mahal,” ujar Sarman dikutip dari Antara.
Kondisi tersebut membuat pelaku usaha berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, biaya produksi meningkat, namun di sisi lain daya beli masyarakat masih menjadi pertimbangan utama dalam menentukan harga jual.
Saat ini, banyak pelaku usaha memilih menahan kenaikan harga dengan melakukan efisiensi dan menekan margin keuntungan. Namun, strategi ini dinilai tidak bisa bertahan dalam jangka panjang.
“Kalau tekanan ini berlangsung lama, pada akhirnya pelaku usaha tidak punya pilihan selain menyesuaikan harga di tingkat konsumen,” jelasnya.
Sebagai langkah mitigasi, Kadin mendorong pelaku usaha untuk lebih inovatif dalam mengelola biaya. Upaya yang bisa dilakukan antara lain meningkatkan efisiensi produksi, menekan pengeluaran, hingga menyesuaikan ukuran atau volume produk tanpa menaikkan harga secara langsung.
Meski demikian, Sarman menegaskan bahwa kemampuan pelaku usaha memiliki batas. Jika tekanan biaya terus berlanjut, kenaikan harga menjadi sesuatu yang sulit dihindari.
Di sisi lain, pemerintah dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas. Ketersediaan BBM dan gas dalam negeri harus dipastikan agar tidak memicu lonjakan harga lebih lanjut. Selain itu, stabilitas nilai tukar rupiah juga menjadi faktor krusial dalam menahan kenaikan biaya impor.
Kadin juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pasar di tengah ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik. Dengan kondisi yang stabil, diharapkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor tetap berjalan produktif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News