Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Istimewa.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Istimewa.

Menko Airlangga Mendorong Percepatan Pembangunan Ekonomi di Jawa Timur

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi menko perekonomian Airlangga Hartarto Pemulihan Ekonomi Nasional Jawa Timur
Juven Martua Sitompul • 12 Mei 2022 10:50
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menggelar rapat bersama pimpinan kementerian/lembaga terkait dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Rabu, 11 Mei 2022. Rakor bertujuan untuk mengakselerasikan penyelesaian proyek-proyek yang akan rampung pada 2024 dan memastikan ketersediaan serta alokasi anggaran pada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
 
Salah satunya membahas percepatan pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan di Kawasan Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan, kawasan Bromo–Tengger–Semeru, serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.
 
Dalam rapat itu, Airlangga menyampaikan hasil evaluasi yang dilakukan KPPIP terhadap 218 proyek atau program yang termasuk dalam cakupan Perpres Nomor 80 Tahun 2019 dengan nilai investasi sebesar Rp294,3 triliun. Dalam pembukaannya, Airlangga menyampaikan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jowowi), proyek-proyek dalam perpres itu harus diselesaikan pada 2024 atau dapat dipastikan tercapainya financial closing paling lambat 2024. Selain itu, perlu dipastikan ketersediaan lahan dan perizinan agar dapat diselesaikan sebelum 2024.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan KPPIP bersama dengan BPKP dan kementerian/lembaga terkait serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dapat disampaikan perkembangan sebagai berikut.

  • 5 Proyek selesai, dengan nilai Rp 5,6 T;
  • 2 Proyek dalam tahap beroperasi/selesai sebagian, dengan nilai Rp 373,9 M;
  • 14 Proyek dalam tahap Konstruksi, dengan nilai Rp 13,4 T;
  • 96 Proyek dalam tahap Penyiapan, dengan nilai Rp 124,7 T; dan
  • 101 Proyek dalam tahap Perencanaan, dengan nilai Rp 149,1 T.

Airlangga memberikan beberapa arahan strategis untuk mempercepat penyelesaian proyek dan permasalahan pelaksanaan proyek di antaranya:

  1. Pembangunan Jalan Tol Ngawi–Bojonegoro–Tuban–Lamongan–Manyar-Bunder untuk mendukung kegiatan operasional Kilang Minyak Tuban dan KEK JIIPE yang merupakan salah satu anchor yang mendukung aktivitas perekonomian masyarakat, diarahkan untuk segera didorong transaksinya (penetapan BUJT) dan financial closing pada 2023. Kementerian Keuangan juga diharapkan mulai menganggarkan alokasi pengadaan melalui LMAN di 2023;
  2. Pengendalian Banjir Kali Lamong sebagai proyek strategis berdampak nasional untuk penanganan banjir di wilayah Jawa Timur serta untuk mendukung ekonomi kemasyarakatan, diarahkan untuk segera dialokasikan dukungan pengadaan lahannya oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu);
  3. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, yang merupakan salah satu program strategis untuk mendukung infrastruktur Pangan dan Pengendalian Banjir khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian selatan, didorong untuk segera menyelesaikan pengadaan lahannya oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2022/2023. Kementerian PUPR berkomitmen nyediakan anggaran untuk konstruksi pada 2023;
  4. SPAM Umbulan, proyek untuk meningkatkan ketersediaan air bersih dan air minum untuk masyarakat dan industri, Kementerian PUPR sudah berkomitmen untuk mendukung melalui dana DAK 2022/2023, khususnya untuk infrastruktur jaringan distribusinya;
  5. Pemerintah Provinsi Jawa Timur diharapkan dapat mengoordinasikan kerja sama bisnis dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo;
  6. Bendungan Bagong merupakan proyek prioritas untuk penyediaan air bersih masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengarahkan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk mengambil solusi terbaik untuk penanganan masyarakat terdampak. Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Trenggalek diharapkan dapat aktif berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk memberi dukungan yang dibutuhkan;
  7. Pembangunan Jalan Pansela di Kab. Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Jember, Banyuwangi sebagai proyek yang membuka aksesibilitas dan pengembangan ekonomi bagian selatan Jawa Timur, diarahkan percepatan pembangunan untuk segmen jalan yang lahannya sudah siap;
  8. Pembangunan Kereta Gantung di Kota Batu dan Pengembangan Kereta Gantung Puncak Pananjakan Kawah Bromo, sebagai proyek untuk mendukung aksesibilitas dan pariwisata di Jawa Timur, khususnya di Kota Batu dan Bromo, diupayakan percepatan penyelesaian regulasinya agar dapat segera terbangun.
Di akhir rapat, Airlangga mengingatkan pentingnya komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memenuhi readiness criteria, penyediaan APBD yang dibutuhkan, dan kesiapan proyek (termasuk lahan dan perizinan) untuk dapat didukung oleh kementerian/lembaga terkait.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Menko Airlangga Dorong Percepatan Pembangunan Ekonomi Jawa Tengah
 
Sesuai dengan arahan Menko Perekonomian dan harapan Wakil Gubernur Jawa Timur, para pimpinan kementerian/lembaga terkait telah berkomitmen untuk mengakselerasi proyek/program yang menjadi amanat Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan di Kawasan Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan, Kawasan Bromo–Tengger–Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.
 
Pada Rakor tersebut Menko Perekonomian didampingi Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo, dan Staf Ahli Menko Perekonomian Elen Setiadi.
 
(JMS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif