Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR
Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR

Penajam Butuh Dana Insentif untuk Imbangi Pembangunan Ibu Kota Negara

Antara • 25 Juni 2022 23:03
Penajam: Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, membutuhkan dana insentif khusus dari pemerintah pusat untuk mengimbangi pembangunan Ibu Kota Negara baru Indonesia yang ditetapkan di sebagian wilayah daerah itu.
 
Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara Nicko Herlambang mengemukakan bahwa dana insentif khusus tersebut dibutuhkan sebagai pendukung pembangunan sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara baru.
 
Dana insentif khusus dari pemerintah pusat tersebut digunakan untuk mengakomodir pembangunan di daerah penyangga agar tidak terjadi kesenjangan dengan pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN Indonesia baru bernama Nusantara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD Kabupaten Penajam Paser Utara hanya lebih kurang Rp1,1 triliun. Untuk pembangunan infrastruktur sekitar Rp100 miliar sampai dengan Rp500 miliar per tahun tidak mumpuni untuk mengimbangi pembangunan di IKN.
 
"Anggaran pemerintah kabupaten itu tidak bisa imbangi pembangunan Ibu Kota baru Indonesia di wilayah Kecamatan Sepaku," ujarnya, dikutip dari Antara, Sabtu, 25 Juni 2022.
 
Baca: Putin: Hubungan Dagang dengan Tiongkok dan India Terus Meningkat

Lokasi Ibu Kota Baru Indonesia ditetapkan pemerintah pusat paling luas berada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara. Sebagian wilayah daerah berjuluk Benuo Taka yang akan menjadi lokasi Ibu Kota Baru Indonesia itu berada di Kecamatan Sepaku.
 
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengajukan dana insentif khusus kepada pemerintah pusat lebih kurang Rp1 triliun hingga Rp2 triliun per tahun. Dana insentif khusus tersebut, masih menurut dia, diperlukan untuk pembangunan infrastruktur jalan tani dan lingkungan yang masih mengalami kerusakan.
 
Kemudian, lanjutnya, untuk pembangunan akses penghubung menuju tempat wisata, sarana prasarana kesehatan dan pendidikan, serta peningkatan sumber daya manusia lokal. "Dana insentif juga untuk bantuan biaya belajar (beasiswa). Jadi diharapkan pengajuan dana insentif itu dipertimbangkan pemerintah pusat," pungkas Nicko Herlambang.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif