Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo/Dok Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo/Dok Kementan

Mentan Syahrul Dorong Optimalisasi Lahan Pertanian

M Sholahadhin Azhar • 02 Maret 2022 22:14
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong optimalisasi lahan pertanian. Hal tersebut sangat penting untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.
 
Mentan mengakui ada dua tantangan besar sektor pertanian, yakni cuaca dan krisis pandemi. Syahrul mengatakan kedua hal tersebut bukan alasan untuk meniadakan produksi. Petani bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi dan mekanisasi.
 
"Cuaca yang panas dan dingin itu harus kita hadapi. Begitu pun dengan hama, sesudah hama tentu saja yang terakhir yang tidak kita harapkan adalah bencana alam. Kalau tiga-tiganya mampu diantisipasi, pertanian kita tidak akan bersoal lagi," kata Mentan Syahrul melalui keterangan tertulis, Rabu, 2 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Petani Didorong Maksimalkan Penggunaan Pupuk Organik
 
Menurut dia, optimalisasi lahan merupakan salah satu langkah strategis mengantisipasi kekurangan lahan untuk memproduksi padi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan produktifitas lahan sawah melalui penyediaan sarana produksi (pupuk) dan bantuan pengolahan tanah.
 
Kementan telah menginisiasi program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), pembangunan pintu air, serta gorong-gorong. Contohnya, fasilitas di Desa Trimomukti yang dapat melayani areal seluas 282 hektare.
 
Suwarno, Sekertaris Gapoktan Sumber Makmur menjelaskan hal tersebut sangat bermanfaat bagi petani. "Saya ceritakan ya, Mas. Sebelum Opla (Optimalisasi Lahan) tuh, kami (hanya) bisa panen raya satu kali dalam setahun," kata Suwarno.
 
Pemicunya, lantaran saluran irigasi pertanian kurang bekerja secara maksimal. Sehingga di saat musim hujan banyak lahan petani yang terendam air. 
 
"Kalau musim penghujan, Mas. Sudah itu pasti gagal panen karena kebawa banjir, dan air itu naik hingga ke lahan kami," kata dia.
 
Sedangkan pada waktu musim kemarau pun petani kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bagi pertaniannnya. Namun, setelah hadirnya program optimalisasi lahan Kementan petani tidak perlu khawatir disaat musim penghujan dan kemarau.
 
"Alhamdulillah. Sejak adanya perbaikan saluran irigasi, dalam setahun bisa panen dua hingga tiga kali, tentunya (hal tersebut) manfaat bagi kami," kata Suwarno.
 
(ADN)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif