Ilustrasi pedagang pasar. Foto: dok MI/Pius Erlangga
Ilustrasi pedagang pasar. Foto: dok MI/Pius Erlangga

Tertekan Inflasi, Pemerintah Diminta Perhatikan Pedagang Pasar

Eko Nordiansyah • 29 September 2022 21:51
Jakarta: Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan memicu kenaikan inflasi. Bank Indonesia (BI) bahkan memperkirakan pada September ini inflasi akan naik sebesar 0,77 persen yang disumbang oleh kenaikan harga BBM, telur, beras, tarif angkutan, dan rokok.
 
Tekanan inflasi tersebut berpotensi dapat menyebabkan turunnya daya beli masyakarat. Selain itu, naiknya berbagai harga barang di pasar juga telah membuat banyak pihak ketar-ketir, khususnya para pedagang pasar tradisional.
 
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Mujiburrohman memperkirakan tidak stabilnya harga kebutuhan pokok dan barang-barang yang memiliki perputaran cepat di pasar akan terus berlangsung seiring situasi ekonomi yang belum pasti.
 
"Sebelum desas-desus BBM saja, sudah banyak barang yang harganya naik. Yang ramai itu harga telur yang naik sampai ke Rp31 ribu per kg, padahal biasanya hanya Rp25 ribu per kg. Itu saja sudah banyak yang protes karena harganya terlalu mahal," kata dia kepada wartawan, Kamis 29 September 2022.
 
Ia menjelaskan pengunjung pasar juga akan semakin menurun apabila dampak inflasi tidak ditangani dengan baik. Pemerintah seharusnya memperhatikan dan melihat dari sisi pedagang pasar yang harus mengeluarkan biaya operasional lebih besar jika terjadi kenaikan inflasi.
 
"Saat ini, para pedagang pasar juga mengalami kesulitan modal. Kondisi masyarakat belum pulih benar sehingga daya beli masyarakat juga berkurang. Hasil (berjualan) saat ini hanya habis untuk makan dan kadang juga mengurangi modal," ujarnya.
 
Baca juga: Presiden Tegaskan Penaikan Suku Bunga Tak Manjur Tangani Inflasi

 
Kepala Bidang Organisasi APPSI Don Muzakir mengungkapkan, kenaikan harga barang memiliki efek ganda yang cepat. Ia mencontohkan situasi lainnya yang dapat menekan ialah rencana kenaikan cukai rokok karena rokok merupakan salah satu barang konsumen yang berpengaruh terhadap pendapatan dan penjualan pedagang pasar.
 
"Pedagang pasar dan asongan adalah pedagang yang merasakan dampaknya kalau kenaikan harga barang melonjak naik. Tidak hanya barang kebutuhan pokok, tapi kalau kenaikan cukai akan naik dengan tinggi lagi, maka para pedagang pun akan kesusahan untuk berjualan, padahal modalnya saja sudah besar sekali," tuturnya.
 
Maka dari itu, APPSI meminta pemerintah untuk mengkaji ulang berbagai kebijakan yang berlangsung saat ini. Ia menegaskan, kenaikan harga barang akan meningkatkan angka inflasi tahunan nasional yang merugikan seluruh pihak, baik bagi pedagang pasar maupun konsumen.
 
"Kami juga berpesan agar pemerintah terus memantau perkembangan kondisi pedagang pasar dan sigap memberikan insentif yang dibutuhkan demi meningkatkan kesejahteraan mereka," ujar dia.
 
(END)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif