Ilustrasi wisatawan mancanegara (wisman)  - - Foto : MI/ Rommy Pujianto
Ilustrasi wisatawan mancanegara (wisman) - - Foto : MI/ Rommy Pujianto

BPS: Pemulihan Kunjungan Turis Asing Butuh Waktu Lama

Ekonomi pariwisata wisatawan BPS percepatan pemulihan pariwisata
Husen Miftahudin • 01 September 2020 16:51
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing ke Indonesia pada Juli 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,95 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Dari 158.256 kunjungan turis asing pada Juni 2020 menjadi 159.760 kunjungan.
 
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan jumlah wisman yang datang ke Indonesia pada Juli 2020 masih sangat terbatas lantaran adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Lagi pula, banyak negara yang masih menerapkan larangan untuk pergi berwisata sehingga pertumbuhan jumlah kunjungan turis asing ke Indonesia masih flat (datar).
 
"Nampaknya untuk pariwisata kita akan butuh waktu yang agak lama untuk recovery (pulih) kembali kepada posisi normal," ujar Suhariyanto dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 1 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suhariyanto menyampaikan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang melalui pintu masuk udara pada Juli 2020 mengalami kenaikan sebesar 176,71 persen. Persentase kenaikan tertinggi terjadi di Bandara Soekarno-Hatta, Banten yaitu sebesar 243,12 persen dengan jumlah kunjungan sebanyak 3.119 kunjungan turis asing.
 
Kemudian diikuti Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara sebesar 159,55 persen dan Bandara Ngurah Rai, Bali sebesar 60 persen. Sementara itu, Bandara Adisucipto, Daerah Istimewa Yogyakarta; Bandara Sultan Syarif Kasim II, Riau; dan Bandara Sultan Badarudin II, Sumatra Selatan mengalami penurunan sebesar 100 persen.
 
Begitu pula jumlah kunjungan wisman yang datang melalui pintu masuk laut pada Juli 2020 yang mengalami penurunan sebesar 83,99 persen dibanding Juli 2019, dari 311.430 kunjungan menjadi 49.860 kunjungan. Penurunan ini terjadi di seluruh pintu masuk laut, kecuali Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali yang mengalami kenaikan sebesar 138,46 persen.
 
Persentase penurunan paling kecil tercatat di Pelabuhan Batam, Kepulauan Riau sebesar 98,81 persen. Sedangkan Pelabuhan Tanjung Pinang dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau mengalami penurunan sebesar 100 persen.

 
"Dari 159 ribu wisman yang datang pada Juli 2020, mayoritas datang dengan menggunakan angkutan darat. Ini karena berdasarkan kebangsaan, 53,4 persen dari jumlah wisman yang datang ke Indonesia itu adalah dari Timor Leste karena mereka tinggal menyeberang lewat darat saja ke Indonesia," jelas Suhariyanto.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif