Relawan Bakti BUMN Batch V di Desa Sriharjo, Bantul, DIY. Foto: Dok istimewa
Relawan Bakti BUMN Batch V di Desa Sriharjo, Bantul, DIY. Foto: Dok istimewa

Desa Sriharjo Didorong Kembangkan Potensi Pertanian dan Wisata Terintegrasi

Eko Nordiansyah • 20 Mei 2024 16:40
Jakarta: PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) mendukung pemberdayaan masyarakat di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dua anggota Holding BUMN Danareksa mendukung pembangunan desa wisata, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian.
 
Upaya ini dilakukan dalam rangkaian kegiatan Relawan Bakti BUMN Batch V selama tiga hari pada 20-22 Mei 2024. Program ini merupakan amanat dari Kementerian BUMN untuk dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui rangkaian Program Desa Pertanian dan Wisata Terintegrasi yang dirancang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di Desa Sriharjo. 
 
“Melalui Relawan Bakti BUMN Batch V, PPA dan JIEP mendorong berbagai potensi yang perlu dikembangkan sekaligus menjadi wadah pengabdian bagi para relawan untuk mendukung terciptanya desa dengan ekosistem pertanian dan wisata yang berkelanjutan,” kata Plh. Direktur Utama JIEP Dharma Satriadi dalam keterangan tertulisnya, Senin, 20 Mei 2024.

Direktur Investasi PPA Ridha Farid Lesmana mengatakan, program pembangunan desa pertanian dan wisata terintegrasi yang telah dirintis oleh Holding BUMN Danareksa sejak dua tahun lalu di Desa Sriharjo. Adapun kegiatan Relawan Bakti BUMN ini melibatkan masyarakat setempat serta didampingi oleh akademisi dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada.
 
Baca juga: Ini Tips Berjualan di Lokapasar dari Tiga Pelaku UMKM

 
Program ini diikuti oleh 10 peserta yang mewakili 10 BUMN maupun anak perusahaan BUMN, antara lain Pertamina, BNI, BTN, Askrindo, AirNav, Pupuk Sriwijaya, Angkasa Pura 1, PTPN I, PTPN IV, dan Kawasan Industri Medan. Para relawan akan melaksanakan serangkaian kegiatan kemasyarakatan yang berfokus pada tiga aspek, yaitu pendidikan, lingkungan, serta pengembangan usaha mikro dan kecil (UMK).
 
“Desa Sriharjo memiliki potensi ekosistem wisata berkelanjutan yang berbasis pada agrikultur, konservasi alam dan kebudayaan. Aktivitas Relawan Bakti BUMN akan membantu pekerjaan dan menjadi fasilitator kegiatan Kelompok Sadar Wisata, Kelompok Taruna Tani Karang Taruna, dan masyarakat Desa Sriharjo,” ujar Ridha.

Potensi wisata

Sejumlah destinasi wisata yang berpotensi untuk dikembangkan di Desa Sriharjo, antara lain, panorama terasering dan panggung Sonoseneng, padusan Banyu Bening dan wahana sepeda air, wisata pertanian Techno Eco Edupark, jalur trekking dan area camping, pergelaran seni budaya, serta Sriharjo Fun Trail Run yang diadakan setiap tahun. 
 
Selain itu, Desa Sriharjo juga memiliki produk UMK unggulan seperti mie instan Mocaf (modified cassava flour), Tempe Koro, Kacang Bawang Oven, Keripik Bayam, Peyek, dan lain-lain. Para pelaku UMK juga mendapatkan pelatihan digital marketing, packaging dan branding produk UMK, serta program bazar UMK dalam pergelaran seni budaya.
 
Adapun program pendidikan yang dilaksanakan yaitu pelatihan tata kelola kepariwisataan (manajemen, event organizer, dan publikasi wisata), Program Relawan Mengajar di SD Negeri Kedungmiri, Sriharjo, serta pergelaran seni budaya dan atraksi kearifan lokal.
 
Sementara kegiatan yang berfokus pada lingkungan, antara lain, program penanaman dan pengembangan sarana tanam bawang merah, program penanaman pohon buah penghalau hama kera, program perbaikan sarana wisata, program perawatan ternak, serta pengembangan kandang ternak terpadu taruna tani.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(END)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan