Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Investasi Jepang ke Indonesia Sesuai Rencana

Medcom • 03 Desember 2022 21:39
Jakarta: Investasi Jepang yang masuk ke Indonesia dinilai berjalan lancar dan sesuai rencana. Kendati pandemi, hubungan ekonomi kedua negara tetap berjalan.
 
"Bahkan di bidang perdagangan telah terjadipeningkatan dalam dua tahun terakhir ini," ujar Politisi senior Ginandjar Kartasasmita, dikutip Sabtu, 3 Desember 2022.
 
Hal itu ia sampaikan dalam acara jamuan makan malam di Jakarta untuk menyambut delegasi pengusaha Jepang. Sejak pandemi covid-19, ini adalah delegasi pengusaha Jepang pertama yang datang ke Indonesia. Mereka dipimpin oleh Ketua Himpunan Persahabatan Jepang-Indonesia (Japinda), yang juga mantan perdana menteri Jepang, Yasuo Fukuda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wakil Ketua DPR dan juga Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang, Rachmat Gobel,  juga hadir dalam acara tersebut. Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kenji Kanasugi, juga hadir. Ginandjar mengatakan, para pengusaha itu mewakili perusahaan-perusahaan besar di Jepang.
 
Ginandjar mengatakan, proyek-proyek strategis nasional Indonesia-Jepang juga berjalan sesuai rencana seperti MRT Jakarta, pelabuhan Patimban, proyek proving ground, dan berbagai kegiatan kerja sama lainnya.
 
Baca juga: Indonesia-Jepang Kolaborasi Wujudkan Asia Jadi Pemimpin Proses Transisi Energi Global

Kunjungan Fukuda dan para pengusaha Jepang itu, katanya, dapat memelihara momentum KTT G20 yang baru berlangsung dengan sukses di Bali. Hal tersebut, katanya, juga makin memperkuat komitmen kerja sama dan persahabatan kedua negara yangtelah berlangsung 64 tahun. Namun, Ginandjar menekankan kunjungan ini diharapkan dapat memetakan arah baru diatas landasan yang telah dibangun selama ini.
 
"Yaitu dengan perhatian kepada ekonomi hijau, ekonomi digital, dan ekonomi skalamenengah-kecil," katanya.
 
Ginandjar yakin banyak hal yang telah dibahas dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi maupun dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
 
"Di sini saya ingin memberi beberapa catatan khusus. Indonesia berpotensi menjadi ekonomi hijau yang besar, karena memiliki berbagai sumberdaya alam yang berlimpah termasuk mineral untuk menjadi sumber bahan baku ekonomi hijau. Selain itu, di Indonesia sedang terjadi digital boom yang akanmengubah pola bisnis serta memotori pertumbuhan ke masa depan, dan mengatasi masalah logistik yang menjadi penyebabekonomi biaya tinggi selama ini," tambah dia.
 
Selain di bidang ekonomi, kata Ginandjar, faktor yang mendukung prospek masa depan, Indonesia telah menemukan jalan untukmemadukan demokrasi dengan reformasi ekonomi. "Di Indonesia telah terbentuk sistem politik pluralistik yang meskipun tidak sempurna tapi telah menghasilkan stabilitas politik dan harmoni sosial. Berbeda dengan banyak negara demokrasi lain, Presiden Jokowi berhasil membangun koalisi besar, yang disebut tenda besar, yang di dalamnya termasuk pesaing-pesaing politiknya," pungkasnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif