Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian

Indonesia-Jepang Kolaborasi Wujudkan Asia Jadi Pemimpin Proses Transisi Energi Global

Angga Bratadharma • 25 November 2022 11:31
Jakarta: Kombinasi dari permintaan global yang mulai meningkat, disrupsi rantai pasok, melonjaknya harga pangan dan energi, serta kondisi geopolitik global, mendorong kenaikan inflasi global dan pengetatan kebijakan moneter di berbagai negara. Di tengah ketidakpastian global tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia justru mencatatkan kinerja positif.
 
Mengutip keterangan tertulisnya, Jumat, 25 November 2022, berbagai kerja sama ekonomi bilateral tentunya juga sangat penting untuk dijaga dan ditingkatkan guna memperkuat Indonesia menghadapi peningkatan risiko ketidakpastian global tersebut.
 
Terkait hal itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan kerja Delegasi Jepang yang dipimpin oleh Special Advisor to the Cabinet of the Government of Japan Maeda Tadashi yang juga menjabat sebagai Chairman of the Board of Directors of Japan Bank for International Cooperation (JBIC) di Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertemuan ini membahas peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara, serta isu khusus terkait netralitas karbon dan realisasi konsep Asia Zero Emission Community (AZEC). Total nilai perdagangan Indonesia dengan Jepang pada 2021 mencapai USD32,5 miliar atau meningkat sekitar 36 persen dari 2020 (USD23,8 miliar).
Baca: Dongkrak PDB, Sandiaga Ingin Produk Lokal jadi Tuan Rumah

Total perdagangan Januari-September 2022 sekitar USD31,2 miliar, meningkat 34,5 persen dari periode yang sama di 2021. Sedangkan realisasi investasi dari Jepang pada 2021 sebesar 2,3 miliar USD, atau menurun 13 persen dibandingkan dengan tahun lalu (USD2,6 miliar).
 
Dalam pembahasan karbon netralitas, Airlangga menyatakan, Pemerintah Indonesia terus mendorong dan percepatan pembangunan berkelanjutan dengan berbasis green economy, green industry, dan green technology. Pemerintah Indonesia menargetkan untuk mencapai proporsi energi terbarukan dalam total sumber energi sebesar 23 persen pada 2025.
 
"Realisasi proporsi energi terbarukan di Indonesia sebesar 11,5 persen pada 2021," ucapnya.
 
Pada 2021, percepatan transformasi energi dengan pengurangan emisi karbon di pembangkit listrik Indonesia yang tercatat sebesar 10,37 juta ton, lebih dari dua kali lipat target pengurangannya. Pemerintah Indonesia juga akan menerapkan kebijakan penetapan harga karbon dalam bentuk skema carbon cap, trade, and tax pada 2023.
 
Pemerintah Indonesia juga terus mengakselerasi pengembangan Electric Vehicle (EV) atau kendaraan listrik. Pemerintah telah menetapkan roadmap pengembangan EV hingga 2030. Targetnya, produksi EV pada 2030 dapat mencapai 600 ribu unit untuk roda empat atau lebih, sedangkan untuk roda dua dapat mencapai hingga 2,45 juta unit.
 
Dengan diproduksinya kendaraan listrik, diharapkan mampu menurunkan emisi CO2 sebesar 2,7 juta ton untuk roda empat atau lebih dan sebesar 1,1 juta ton untuk roda dua. Hal ini dapat berkontribusi dalam penurunan emisi serta penurunan impor bahan bakar fosil dengan mempopulerkan penggunaan EV di Indonesia.
 
Jepang menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara PT PLN (Persero) dengan Sumitomo Corporation yang ditandai dengan penandatanganan Principles Agreement tentang pelepasan dini aset PLTU Tanjung Jati B Unit 1-4 dan pengembangan PLTA Kayan pada saat KTT G20 di Bali yang lalu.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif