Indonesia AirAsia mengungkapkan rencana pengoperasian penerbangan untuk sejumlah rute domestik utama yang menghubungkan Surabaya, Makassar, Kendari, Palu, dan Luwuk, serta rute internasional Denpasar menuju Melbourne dan Da Nang yang akan beroperasi pada 2026. Selain itu, Indonesia AirAsia juga akan menambah jadwal penerbangan ke Adelaide hingga beroperasi setiap hari sebagai bagian dari penguatan jaringan Australia.
| Baca juga: Indonesia AirAsia Buka Rute Penerbangan Baru Bali-Da Nang Vietnam |
Sejalan dengan pengembangan jaringan tersebut, Indonesia AirAsia juga berencana membentuk virtual hub di Makassar (UPG) yang dirancang sebagai sistem yang memungkinkan penumpang terhubung ke lebih banyak tujuan melalui satu bandara transit secara praktis dan efisien.
“Penguatan peran Makassar sebagai virtual hub juga menjadi bagian dari strategi pemulihan dan pertumbuhan berkelanjutan Indonesia AirAsia ke depan,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Utama Indonesia AirAsia, Captain Achmad Sadikin Abdurachman.
Sadikin menambahkan, inisiatif ini diharapkan dapat mengoptimalkan konektivitas antarwilayah, khususnya di kawasan Indonesia bagian timur. Selain itu, Indonesia AirAsia juga melakukan reaktivasi total tiga armada yang ditempatkan di Medan dan Surabaya guna mendukung pergerakan penumpang ke berbagai destinasi internasional.
Sepanjang 2025, Indonesia AirAsia mencatatkan kinerja positif dengan mengangkut 5,9 juta penumpang pada penerbangan domestik dan internasional. Capaian ini merupakan bagian dari kinerja AirAsia Group yang beroperasi di Indonesia, yang secara keseluruhan melayani 9,3 juta penumpang.
Komposisi penumpang tersebut mencerminkan arus perjalanan dua arah yang relatif seimbang antara wisatawan Indonesia dan mancanegara, dengan kontribusi penumpang inbound yang berasal dari berbagai pasar utama, termasuk Malaysia, Australia, Tiongkok, dan Singapura.
Momentum kinerja tersebut berlanjut hingga periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Indonesia AirAsia mengoperasikan lebih dari 3.000 penerbangan hingga awal Januari 2026 dengan kapasitas 550.000 kursi dan tingkat keterisian penumpang (load factor) sebesar 85 persen untuk 23 destinasi internasional dan 11 destinasi domestik.
Dengan upaya tersebut, Indonesia AirAsia berhasil mengangkut sekitar 70.000 wisatawan mancanegara ke Indonesia. Capaian ini mencerminkan kepercayaan pelanggan yang terus terjaga, serta kesiapan operasional perusahaan dalam menghadapi periode puncak perjalanan.
Dari sisi pariwisata, Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, terus menunjukkan tren pemulihan seiring penguatan konektivitas udara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada November 2025 jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Sulawesi Selatan mencapai 3,29 juta perjalanan, memperkuat peran Makassar sebagai gerbang utama Indonesia bagian timur.
Pada periode yang sama, jumlah perjalanan wisatawan nasional melalui Pintu Kedatangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tercatat sebanyak 13.008 perjalanan. Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai hingga 53 persen, menunjukkan kondisi sektor akomodasi yang relatif terjaga dengan ruang pemulihan lanjutan seiring meningkatnya mobilitas dan konektivitas udara.
Tren Kunjungan Kinerja Pariwisata Indonesia
Secara nasional, kinerja pariwisata Indonesia pada November 2025 tetap menunjukkan tren positif dengan total kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,20 juta kunjungan. Australia kembali menjadi salah satu pasar utama dengan kontribusi sekitar 135 ribu kunjungan atau hampir 12 persen dari total wisatawan mancanegara.Selain itu, sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah kunjungan wisatawan asal Vietnam ke Indonesia tercatat mencapai 80.313 kunjungan. Capaian ini mencerminkan potensi pertumbuhan pasar dan pertukaran wisata dua arah yang semakin terbuka, seiring penguatan konektivitas udara antara Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Pengembangan rute-rute baru ini sejalan dengan potensi pariwisata di masing-masing destinasi yang terus berkembang. Kendari dan Palu berperan sebagai pintu masuk menuju berbagai destinasi wisata bahari dan alam di Sulawesi, sementara Luwuk menawarkan daya tarik wisata pesisir, budaya lokal, serta akses ke kawasan Banggai yang semakin dikenal sebagai tujuan wisata unggulan di Indonesia timur.
Di sisi internasional, Bali tetap menjadi magnet utama pariwisata Indonesia dengan kekayaan alam, budaya, dan seni yang telah diakui secara global. Melbourne dikenal sebagai kota yang dinamis dengan karakter kreatif yang kuat, menawarkan ragam pengalaman budaya, kuliner, serta akses ke berbagai destinasi wisata di negara bagian Victoria.
Sementara itu, rute Denpasar–Da Nang diharapkan dapat memperkuat konektivitas pariwisata antara Indonesia dan Vietnam. Da Nang merupakan salah satu destinasi utama di Vietnam Tengah yang memadukan wisata pantai, budaya, dan kuliner. Konektivitas ini diharapkan dapat mendorong pergerakan wisatawan dua arah serta memperluas pilihan perjalanan bagi wisatawan.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Indonesia AirAsia menegaskan komitmennya untuk terus memperluas aksesibilitas penerbangan, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memberikan pilihan perjalanan udara yang terjangkau bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News