Ilustrasi Garuda Indonesia. Foto: dok MI.
Ilustrasi Garuda Indonesia. Foto: dok MI.

Ini Jurus Jitu Garuda Demi Jadi Maskapai Sehat

Annisa ayu artanti • 28 Juni 2022 15:25
Jakarta: Setelah memperoleh putusan sidang homologasi hasil proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada 27 Juni 2022, Garuda Indonesia bersiap untuk menjadi maskapai sehat.
 
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, proses PKPU ini memberikan dampak pada penurunan liabilitas perseroan. Oleh karena itu pihaknya dan manajemen Garuda Indonesia telah menyusun strategi serta upaya untuk kembali menyehatkan maskapai nasional tersebut.
 
Upaya tersebut mulai dari menegosiasikan kembali kepada penyewa pesawat (leasing) untuk biaya selanjutnya hingga melakukan transformasi bisnis yang salah satunya memfokuskan diri untuk menjadi pemain utama untuk penerbangan dalam negeri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini penting untuk kita bisa menurunkan liabilitas di neraca Garuda sehingga lebih sehat, tapi yang tidak kalah penting menegosiasikan leasing rate ke depan, mengoptimalkan pesawat yang kita gunakan ke depan. Jadi kita pahami di masa lalu permasalahan utama Garuda adalah jumlah pesawat yang banyak dan sewa pesawat atau lease rate yang terlalu mahal, sehingga memang Garuda selama bertahun-tahun sulit mendapatkan profitabilitas," jelas Kartika dalam konferensi pers, Selasa, 28 Juni 2022.
 
Ia merinci mengenai penyewaan pesawat oleh maskapai nasional tersebut. Garuda telah menyelesaikan negosiasi dengan lessor sehingga lessor rate menjadi lebih rendah dan memberikan efisiensi terhadap kinerja keuangan. Garuda juga telah menetapkan power by the hour, yang artinya Garuda hanya akan membayar biaya sewa pesawat kepada lessor sesuai dengan durasi pemakaian pesawat.
 
Baca Juga: Mantap! Garuda Akhirnya Lepas dari Kebangkrutan

Selanjutnya terkait rute, Garuda kedepannya akan fokus menggarap penerbangan domestik dan selektif memilih rute operasi internasional. Garuda akan menggunakan pesawat narrow body untuk rute domestik dan pesawat wide body untuk rute domestik dan internasional.
 
"Kata Bapak Erick Thohir kita akan mereduksi rute internasional kita dan fokus 89 persen di domestik, jadi kita akan coba fokus ke domestik," ujarnya.
 
Selain itu, Garuda melakukan optimalisasi jenis, tipe, dan utilisasi pesawat. Garuda memangkas jumlah pesawat dari 210 menjadi 120 fleet dan menurunkan jumlah tipe pesawat dari 13 menjadi tujuh tipe.
 
"Kita tidak hanya akan cepat menaikan jumlah pesawat dalam jangka pendek karena kita masih membutuhkan perbaikan dan pemeliharaan pesawat. Jadi kemarin pesawat-pesawat kita yang masih operasi hari ini sebagian masih dalam kondisi tidak bisa terbang, karena masih harus ada pemeliharaan kita akan dorong hingga bulan ini sehingga fleet kita bisa beroperasional penuh dan nanti di kuartal keempat kita mulai benar-benar optimalkan fleet kita operasi penuh," tuturnya.
 
Selain itu, Garuda Indonesia juga akan mengoptimalkan penerbangan kargo dan ancillary. Garuda akan memanfaatkan belly capacity untuk kargo, menerapkan proses digitalisasi operasional, serta menerapkan unbundle serta memperluas product offerings untuk pendapatan ancillary. Adapun peningkatan pendapatan ancillary melalui integrasi dengan bisnis PT Aviata atau Holding BUMN aviasi dan pariwisata InJourney.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif