Maskapai Garuda Indonesia - - Foto: dok AFP
Maskapai Garuda Indonesia - - Foto: dok AFP

Mantap! Garuda Akhirnya Lepas dari Kebangkrutan

Annisa ayu artanti • 28 Juni 2022 10:42
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan maskapai nasional Garuda Indonesia telah keluar dari jurang kebangkrutan. Hal itu dikatakan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, sebab Garuda Indonesia telah memperoleh Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan bersiap melakukan restrukturisasi hingga selesai.
 
"Jadi secara bangkrut sudah pasti tidak. Karena sudah ada putusan PKPU yang memberikan tadi restrukturisasi utang," katanya dalam konferensi pers, Selasa, 28 Juni 2022.
 
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra di tempat yang sama juga menjelaskan, PKPU Garuda telah disahkan pada 27 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada sidang tersebut Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutuskan, untuk menyatakan sah dan mengikat secara hukum Perjanjian Perdamaian tertanggal 17 Juni 2022 antara Garuda dengan para krediturnya.
 
Lalu, mewajibkan Garuda, para krediturnya beserta pihak yang disebutkan dalam Perjanjian Perdamaian untuk tunduk serta melaksanakan isi Perjanjian Perdamaian.
 
Kemudian, pengadilan niaga juga memutuskan biaya-biaya imbalan jasa pengurus selama proses PKPU akan diberikan tersendiri. Serta, pengadilan niaga juga menyatakan PKPU No.425/Pdr.Sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst demi hukum berakhir.
 
Lebih lanjut, Irfan juga menjelaskan mengenai voting PKPU yang dihadiri oleh 365 kreditur dengan total klaim sebesar Rp138 triliun. Dari voting tersebut sebanyak 347 kreditur atau 95,07 persen menyetujui. Sementara hanya 18 kreditur yang menyatakan tidak setuju. Adapun total kreditur yang menyetujui setara dengan nilai Rp122 triliun.
 
"Dengan hasil ini dinyatakan proposal perdamaian diterima oleh mayoritas kreditur," ucap Irfan.
 
Namun, Kartika kembali menambahkan, pekerjaan rumah emiten BUMN berkode GIAA tersebut tidak ringan. Kedepannya Garuda Indonesia masih perlu menyehatkan neraca keuangannya. Penyehatan tersebut salah satunya melalui penerbitan dua kali rights issue.
 
"Namun memang kita masih punya PR untuk menyehatkan neraca. dengan dua kali rights issue," pungkas Kartika.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif