UMKM penyandang disabilitas dibekali literasi keuangan dan keamanan digital. Foto: MPM
UMKM penyandang disabilitas dibekali literasi keuangan dan keamanan digital. Foto: MPM

Wirausaha Penyandang Disabilitas Dapat Pelatihan dan Hibah Modal Usaha

Rizkie Fauzian • 12 Juni 2026 14:46
Ringkasnya gini..
  • MPMX meluncurkan program MPM BISA untuk memberdayakan 30 wirausaha penyandang disabilitas melalui pelatihan dan pendampingan usaha.
  • Program mencakup literasi keuangan, manajemen risiko, keamanan digital, etika bisnis, serta mentoring selama tiga bulan.
  • Tiga peserta terbaik akan menerima hibah modal usaha untuk mendukung pengembangan bisnis mereka.
Jakarta: Upaya memperluas akses pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas terus dilakukan berbagai pihak di Indonesia. Selain menghadapi tantangan dalam memasuki dunia kerja formal, penyandang disabilitas juga kerap mengalami keterbatasan akses terhadap pelatihan, pengembangan kapasitas, dan dukungan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
 
Sebagai bagian dari kontribusi terhadap penguatan ekonomi yang lebih inklusif, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) menghadirkan program MPM BISA (Bisnis Inklusif Siap Aksi). Program ini merupakan pengembangan dari Life Skill Training Center (LSTC), inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan yang telah berjalan sejak 2015 untuk mendukung peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
 
Melalui MPM BISA, MPMX ingin mendorong kesetaraan akses terhadap edukasi dan peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas. Program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha disabilitas melalui pelatihan literasi keuangan, pengelolaan risiko usaha dan finansial, keamanan digital, penguatan kepercayaan diri, hingga pendampingan usaha.

Sejak pertama kali dijalankan, LSTC berfokus pada pengembangan keterampilan yang berkaitan dengan bisnis inti perusahaan. Program ini awalnya hadir untuk memenuhi kebutuhan tenaga mekanik, kemudian berkembang dengan membuka akses kemitraan pengemudi di MPMRent. Seiring waktu, cakupan program diperluas hingga mencakup edukasi literasi keuangan bagi komunitas pengemudi ojek online, taksi online, dan mahasiswa.
 
Pada tahun 2026, MPMX memperluas manfaat program tersebut dengan menyasar kelompok penyandang disabilitas. Perseroan menggandeng Mien R. Uno Foundation sebagai mitra pelaksana untuk mendampingi 30 wirausaha penyandang disabilitas yang berasal dari kelompok teman netra dan teman daksa.
 
Peserta dipilih melalui proses seleksi administrasi dan wawancara yang mempertimbangkan kebutuhan, potensi usaha, serta motivasi mereka dalam mengembangkan bisnis.
 
GM Corporate Communication & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita, mengatakan bahwa MPM BISA tidak hanya menjadi program pelatihan, tetapi juga ruang kolaborasi yang inklusif bagi penyandang disabilitas untuk tumbuh dan berkembang.
 
 
"Kami ingin mengambil bagian dalam memperkuat kapasitas teman-teman penyandang disabilitas pelaku UMKM melalui berbagi pengetahuan terkait literasi, baik dalam mengelola usaha, memahami peluang, membangun daya saing, maupun mengembangkan usaha secara berkelanjutan," ujar Natalia dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Juni 2026.
 
Menurutnya, setiap pelaku usaha memiliki potensi besar yang dapat berkembang apabila didukung dengan akses terhadap pengetahuan dan kesempatan yang setara. Karena itu, MPMX memandang keberlanjutan tidak hanya sebatas pertumbuhan bisnis, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui penciptaan dampak sosial yang nyata.

Pelatihan dan pendampingan selama tiga bulan

Wirausaha Penyandang Disabilitas Dapat Pelatihan dan Hibah Modal Usaha
UMKM penyandang disabilitas dibekali literasi keuangan dan keamanan digital. Foto: MPM
 
Program MPM BISA berlangsung selama tiga bulan, mulai dari proses rekrutmen peserta pada Mei hingga rangkaian kegiatan yang berakhir pada Juli 2026. Tahapan program meliputi pelatihan, sesi pengayaan materi, mentoring, penjurian, pemberian hibah, hingga pelaporan hasil program.
 
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, pelatihan tatap muka digelar pada 9–10 Juni 2026. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai literasi keuangan, manajemen risiko finansial, keamanan digital, etika digital, serta etika bisnis.
 
Materi tersebut dirancang untuk membantu peserta memahami pengelolaan keuangan usaha secara lebih baik, mengenali berbagai risiko finansial, dan meningkatkan kesiapan dalam menjalankan bisnis di tengah perkembangan ekonomi digital.
 
Karyawan MPMX juga terlibat aktif dalam program ini sebagai relawan fasilitator dan trainer. Mereka mendampingi peserta selama proses pelatihan sekaligus berbagi pengalaman dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha.
 
Menurut perusahaan, keterlibatan karyawan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi para relawan untuk memahami ketangguhan, kreativitas, serta semangat kewirausahaan yang dimiliki penyandang disabilitas.
 
Untuk memperkuat dampak program, MPMX menyiapkan dana hibah bagi tiga peserta terbaik sebagai modal pengembangan usaha. Penerima hibah akan dipilih berdasarkan komitmen, konsistensi, serta kemampuan mereka dalam mengimplementasikan materi pelatihan ke dalam rencana bisnis yang konkret.
 
MPMX berharap MPM BISA dapat menjadi langkah awal dalam memperluas akses pemberdayaan ekonomi yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas. Melalui kombinasi pelatihan, pendampingan, dan dukungan modal usaha, program ini diharapkan mampu membantu peserta membangun bisnis yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
 
Selain itu, program ini juga diharapkan semakin memperkuat peran Life Skill Training Center sebagai inisiatif sosial perusahaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung terciptanya ekosistem ekonomi yang lebih inklusif di Indonesia.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan