ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

RUU Ciptaker Dinilai Jadi Pintu Lapangan Kerja bagi Milenial

Ekonomi Omnibus Law
Medcom • 18 Mei 2020 19:25
Medan: Rancangan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja dinilai dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi anak muda. Variabel utama dalam RUU itu mendukung peluang pemuda mendapat pekerjaan yang layak.
 
"Kalau saya sebetulnya memahami variabel RUU Cipta Kerja sendiri itu seharusnya membuka lapangan kerja begitu bagi anak muda. Sebab, variabel cipta kerja sendiri digunakan dalam RUU itu kan," kata Ketua Badan Kajian Strategis Al Washliyah Sumatra Utara Eko Marhaendy dalam keterangan tertulisnya, Senin, 18 Mei 2020.
 
Menurut Eko lapangan pekerjaan baru sangat dibutuhkan, terutama usai pandemi korona. Badan Pusat Statistik alias BPS merilis data ketenagakerjaan terkini. Tingkat pengangguran berada di bawah lima persen pada Februari 2020 atau terendah sejak era 1990-an.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eko mengatakan saat ini keadaan telah berubah drastis seiring banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan atau usahanya terhenti seiring pembatasan sosial mulai Maret 2020. Data BPS mencatat, jumlah pengangguran terbuka mencapai 6,68 juta orang pada Februari 2020. Tingkat pengangguran 4,8 persen dari total angkatan kerja yang sebanyak 137,91 juta orang.
 
Baca:RUU Ciptaker Harus Peduli Pembangunan Berkelanjutan
 
Eko mengaku sudah membedah klaster kenegakerjaan di RUU Cipta Lapangan Kerja. Khusus pada klaster itu, dia mengatakan sudah cukup banyak mendapat perbaikan, salah satunya dalam menciptakan lapangan kerja bagi kalangan milenial.
 
Menurut Eko lewat RUU Cipta Kerja aturan-aturan tentang investasi yang selama ini tumpang tindih dapat diatasi. Dia mencatat ada 79 UU yang nantinya menjadi satu kesatuan jika RUU tersebut disahkan. Akibatnya, peluang lapangan kerja akan terbuka lebar.
 
"Sebetulnya kalau kita baca, misalnya di UU Ketenagakerjaan yang lama itu begitu banyak klausul yang sebenarnya sudah dimuat pada pasal sebelumnya ditegaskan lagi. Jadi itu yang namanya sebagai tumpang tindih salah satunya," ujarnya.
 
Terkait pembahasan RUU Ciptaker, Eko menilai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) harus tetap melaksanakan tugasnya di bidang legislasi. Dia menilai pandemi covid-19 yang saat ini terjadi seharusnya tidak menjadi hambatan untuk membahas RUU Cipta Lapangan Kerja yang terbilang penting.
 
"Saya pikir situasi pandemi ini tidak juga harus menghambat kerja-kerja penyelenggara negara. Itu memang harus dibahas ya," ujar Eko.
 
Adapun pembahasan dilakukan secara virtual, dia menilai hal itu jangan persoalkan. Sebab, dia mengatakan hal itu hanya merupakan teknis.
 
“Itu kan cuma soal teknis, tapi memang pembahasannya enggak ada masalah," ujarnya.
 

(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif