Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, mengatakan meski secara fisik Kopdes Merah Putih telah rampung, ribuan koperasi tersebut belum bisa langsung beroperasi. Saat ini, pemerintah masih melengkapi berbagai kebutuhan pendukung, termasuk fasilitas dan sarana transportasi.
| Baca juga: Kopdes Merah Putih Perkuat Distribusi Pupuk hingga ke Desa |
Menurut Farida, proses pengisian perlengkapan untuk operasional Kopdes Merah Putih dilakukan secara bertahap agar aktivitas koperasi nantinya dapat berjalan optimal.
Selain aspek infrastruktur, pemerintah juga tengah mempersiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola Kopdes Merah Putih. Skema perekrutan masih dimatangkan bersama PT Agrinas Pangan Nusantara, yang juga bertanggung jawab atas pembangunan fisik proyek tersebut.
Setiap unit Kopdes Merah Putih direncanakan akan menyerap sekitar 15 hingga 18 tenaga kerja. Posisi yang dibutuhkan cukup beragam, mulai dari sopir, petugas keamanan, penjaga gudang, hingga staf operasional lainnya.
Farida menegaskan, prioritas utama dalam perekrutan tenaga kerja Kopdes Merah Putih adalah masyarakat lokal. Dengan demikian, koperasi diharapkan benar-benar menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa dan memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar.
Pemerintah juga membuka peluang bagi penerima bantuan sosial untuk terlibat dalam operasional Kopdes Merah Putih. Proses seleksi nantinya akan diselaraskan dengan basis data Kementerian Sosial, khususnya kelompok masyarakat dalam kategori desil 1 hingga desil 4, agar program ini tepat sasaran.
Sebelumnya, pemerintah menargetkan pembangunan 20 ribu hingga 30 ribu unit Kopdes Merah Putih dapat diselesaikan pada Juni 2026.
Setelah seluruh pembangunan Kopdes Merah Putih rampung, tahap operasional awal koperasi akan dikelola oleh PT Agrinas Pangan Nusantara selama dua tahun.
Direktur Utama perusahaan tersebut, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan bahwa pengurus koperasi desa tetap akan dilibatkan dalam proses pengawasan dan pengendalian operasional Kopdes Merah Putih.
Ia menambahkan, skema bisnis Kopdes Merah Putih dirancang agar manfaat ekonominya kembali ke masyarakat. Sebanyak 97 persen keuntungan akan dialokasikan ke desa, dengan 82 persen di antaranya disalurkan langsung kepada warga dalam bentuk kupon setiap bulan.
Dengan skema tersebut, pemerintah berharap kehadiran Kopdes Merah Putih tidak hanya memperkuat ekonomi desa, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News