Ilustrasi industri garmen. Foto: MI/Atet
Ilustrasi industri garmen. Foto: MI/Atet

Permintaan dari Tiongkok dan AS Turun, Industri Garmen Ambil Opsi PHK

Despian Nurhidayat • 02 November 2022 10:31
Jakarta: Industri tekstil atau garmen dalam kondisi yang tidak baik. Kabarnya, ribuan karyawan dari industri garmen mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam beberapa waktu terakhir. 
 
Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif menyebut pihaknya masih menghimpun laporan lapangan dari industri tekstil, pakaian jadi dan alas kaki terkait persoalan tersebut.  
 
Menurutnya, ada beberapa faktor yang dapat menjadi alasan terjadinya gelombang PHK di sektor garmen.
 
Baca juga: Siap-Siap! Pemerintah Bakal Gelontorkan Insentif bagi Industri Antisipasi Resesi

"Memang ada beberapa industri yang mengurangi jam kerja pekerja, karena melemahnya permintaan dari pasar Eropa, Tiongkok dan Amerika Serikat," ungkapnya dilansir Media Indonesia, Rabu, 2 November 2022.
 
Febri melanjutkan, Kemenperin akan mendorong agar produk dari industri garmen dapat diserap oleh belanja pemerintah. Sehingga, dapat menekan gelombang PHK tersebut. 
 
"Kemenperin saat ini berusaha mendorong agar permintaan domestik atas produk tekstil, pakaian jadi dan alas kaki, terutama melalui belanja pemerintah," ujarnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif