Ilustrasi Pupuk kaltim. Foto : MI/Safir.
Ilustrasi Pupuk kaltim. Foto : MI/Safir.

Strategi Pupuk Kaltim Wujudkan Kemandirian Pangan Nasional

Arif Wicaksono • 10 Agustus 2022 21:40
Jakarta: Kemandirian pangan nasional semakin menjadi kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, terlebih di tengah kondisi global yang dinamis akibat dampak perang Rusia - Ukraina.
 
Untuk menghadapi ini, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) bersama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (KAFEGAMA) menginisiasi Business Case Competition (BCC) dengan tema Innovation and Sustainability in Agribusiness.
 
baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, Pengusaha Diminta Tak Jadikan Pupuk Bahan Bancakan Korupsi

Ini dilakukan untuk mendukung peran generasi muda dalam menciptakan inovasi di sektor agribisnis dipercaya mampu meningkatkan produktivitas pangan nasional, yang saat ini masih minim keterlibatan milenial.
 
Setelah melakukan pembukaan pada Juni 2022 lalu, BCC 2022 telah melahirkan berbagai inovasi agribisnis dari ratusan mahasiswa yang tersebar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi yang hadir pada Grand Final BCC 2022 mengatakan bahwa selain untuk menstimulasi hadirnya inovasi di sektor agribisnis, kegiatan BCC 2022 juga mampu menjadi batu loncatan bagi generasi muda dalam mewujudkan mimpi mereka untuk membangun negeri yang lebih baik lagi.
 
“Kompetisi BCC ini memberikan gambaran yang riil tentang tantangan bisnis di bidang agroindustri ke depan yang tidak mudah dan juga melihat ekonomi makro saat ini, sehingga diperlukan inovasi-inovasi baru dari para generasi muda sehingga Indonesia siap menghadapi tantangan ke depan,” jelas dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 10 Agustus 2022.
 
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian  Andi Nur Alamsyah yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan saat ini Indonesia secara mayoritas masih menggunakan teknologi dari revolusi industri terdahulu.
 
Oleh karena itu, Kementerian Pertanian terus fokus untuk mendorong pertanian Indonesia untuk memasuki era 4.0 agar mencapai pertumbuhan yang lebih optimal. Kami juga bangga dengan perkembangan sektor agraris Indonesia yang saat ini terus bergerak maju dengan hadirnya teknologi.
 
"Kedepannya, optimalisasi ini mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja sebesar 30-50 persen dari penambahan tenaga kerja di tahun 2030,” pungkas Nur Alamsyah.
 
Sementara itu, Direktur Utama PT BNI Modal Ventura, Eddiwan Danusaputro yang turut hadir dalam momentum Grand Final BCC 2022 turut menunjukkan dukungannya dalam menyambut berbagai inovasi dari para mahasiswa yang diharapkan dapat membangun pengembangan agribisnis Indonesia.
 
“Kami melihat inovasi yang berasal dari para mahasiswa ini akan bermanfaat bagi para pelaku industri pertanian karena sering kali inovasi yang kreatif itu justru berasal dari luar organisasi, apalagi mahasiswa ini merupakan generasi muda yang memiliki pemikiran kritis," jelas Eddiwan.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif