Komisi IX DPR RI menyepakati empat langkah efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disampaikan Badan Gizi Nasional (BGN)
Komisi IX DPR RI menyepakati empat langkah efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disampaikan Badan Gizi Nasional (BGN)

Hasil Rapat dengan BGN, DPR Setuju 4 Langkah Efisiensi Program MBG

Arif Wicaksono • 26 Juni 2026 21:08
Jakarta: Komisi IX DPR RI menyepakati empat langkah efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disampaikan Badan Gizi Nasional (BGN). Dengan efisiensi itu, anggaran negara bisa hemat hingga sekitar Rp40 triliun.
 
Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin menilai skema efisiensi yang dipaparkan pimpinan BGN yang baru sangat baik.
 
“Kalau kita lihat skema efisiensinya, ada empat yang disampaikan, saya kira akan sangat signifikan (dampak penghematannya),” ujar Zainul dalam diskusi ‘Beres-beres MBG’ yang ditayangkan Metro TV, dikutip Jumat (26/6).
 
Baca juga: MBG Pakai Beras Fortifikasi? IPB hingga UGM Terlibat Kembangkan Teknologi dan Kajian Gizinya


Pimpinan BGN sebelumnya mengajukan alokasi anggaran sebesar Rp270 triliun untuk program MBG tahun 2027. Anggaran ini naik Rp2 triliun dari 2026 yang sebesar Rp268 triliun. 
 
Namun, anggaran tahun depan diprediksi akan jauh berkurang dengan penghematan yang dilakukan BGN di bawah kepemimpinan Nanik S Deyang. Zainul meyakini efisiensi yang dilakukan bakal cukup signifikan.
 
“Kalau waktu rapat, BGN komitmen dengan kita, mereka akan melakukan exercise penghematan minimal Rp40 triliun, termasuk yang tahun ini. Tahun ini pun BGN sedang melakukan exercise untuk penghematan dan angkanya mungkin hampir sama ya,” katanya.
 
Komisi IX pun memberikan waktu dua pekan kepada BGN untuk merampungkan perhitungan efisiensi tersebut. Pekan depan, DPR akan kembali menggelar rapat dengar pendapat untuk membahas finalisasi penghematan yang akan diterapkan dalam program MBG.
 
“Mereka kemudian menyampaikan minta waktu, kita sepakat dua minggu,” ucap Zainul.

Empat Langkah Efesiensi

Zainul menyebutkan langkah efisiensi pertama yang dipaparkan BGN adalah mengevaluasi jumlah penerima manfaat. Salah satu opsi yang dibahas yaitu MBG tidak lagi diberikan kepada seluruh siswa SMA atau sederajat yang jumlahnya mencapai sekitar 11 juta orang.
 
Kedua, BGN berencana mengurangi intensitas pemberian paket MBG. Jika sebelumnya makanan diberikan selama 25 hari dalam sebulan atau enam hari dalam sepekan, ke depan program hanya akan berjalan pada Senin hingga Jumat atau sekitar 20 hari.
 
Melalui skema ini, saat hari libur nasional ataupun selama masa libur sekolah MBG juga tidak akan diberikan.
 
Ketiga, terkait pemberian insentif untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Komisi IX setuju agar insentif yang selama ini disamaratakan sebesar Rp6 juta dievaluasi dan disesuaikan secara proporsional berdasarkan jumlah penerima manfaat yang dilayani.
 
Keempat, menerapkan sistem pengelompokan atau penilaian SPPG. Nantinya BGN akan membagi SPPG ke dalam beberapa klaster berdasarkan kapasitas dan kinerja, sehingga besaran insentif ataupun anggaran yang diterima akan berbeda.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>