Ilustrasi. Foto: AFP/Adek Berry
Ilustrasi. Foto: AFP/Adek Berry

Hari Kejepit 15 Mei 2026, Apakah Bursa Saham Buka? Cek Penjelasannya

Annisa ayu artanti • 14 Mei 2026 09:00
Ringkasnya gini..
  • BEI dipastikan libur pada 15 Mei 2026 karena cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus.
  • IHSG ditutup melemah 1,98 persen jelang libur panjang akibat sentimen MSCI.
  • Bursa saham Indonesia kembali beroperasi normal pada Senin, 18 Mei 2026.
Jakarta: Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali berhenti sementara akibat rangkaian libur panjang Mei 2026. 
 
Mengacu pada kalender perdagangan BEI, Kamis, 14 Mei 2026 ditetapkan sebagai hari libur dalam rangka peringatan Kenaikan Yesus Kristus. Lalu bagaimana dengan Jumat, 15 Mei 2026 yang merupakan hari kejepit nasional?

Bursa Efek Indonesia libur pada 15 Mei 2026

BEI dipastikan masih tidak beroperasi pada Jumat, 15 Mei 2026. Hari tersebut masuk dalam jadwal cuti bersama perayaan Kenaikan Yesus Kristus sehingga seluruh aktivitas perdagangan saham ditiadakan.
 
Dengan demikian, perdagangan saham pada pekan ini hanya berlangsung selama tiga hari, yakni 11, 12, dan 13 Mei 2026.

Bursa saham baru akan kembali beroperasi normal pada Senin, 18 Mei 2026.
 
Baca juga: Reformasi BEI untuk MSCI Berjalan, Risiko Pasar Modal Indonesia Masih Terkendali

Libur panjang bursa kerap menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi strategi perdagangan dan pergerakan pasar setelah pembukaan kembali.
 
Sebelum masa libur dimulai, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah cukup dalam. Pada perdagangan Rabu sore, IHSG turun 135,57 poin atau 1,98 persen ke level 6.723,32.
 
Tekanan terhadap pasar saham domestik salah satunya dipicu sentimen global dan keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks MSCI.

MSCI Jadi Sentimen Negatif IHSG

Kepala Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan pelemahan IHSG dipengaruhi pengumuman review kuartalan MSCI Mei 2026.
 
"Dikeluarkannya beberapa saham dari daftar indeks MSCI Global Standards Index dan MSCI Global Small Cap Index pada pengumuman review kuartalan Mei 2026 telah menjadi faktor negatif yang mendorong pelemahan indeks,"ujar Ratna dilansir Antara, Kamis, 14 Mei 2026.
 
Meski demikian, ia menilai tekanan pasar masih relatif terbatas karena proyeksi arus dana asing keluar atau foreign outflow tidak sebesar perkiraan awal pasar.
 
Selain itu, investor global masih memandang Indonesia sebagai bagian penting dari kelompok emerging market sehingga sentimen negatif dinilai belum mengubah prospek jangka panjang pasar saham nasional.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan