Ilustrasi Industri Makanan dan Minuman. Foto: MI/Barry Fathahilah
Ilustrasi Industri Makanan dan Minuman. Foto: MI/Barry Fathahilah

Pengusaha Makanan dan Minuman: Bansos Dongkrak Daya Beli dan Kinerja Industri

Antara • 09 November 2022 12:58
Jakarta: Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) berharap bantuan sosial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat dapat mendongkrak daya beli serta kinerja industri makanan dan minuman di Tanah Air.
 
"Konsumsi rumah tangga menjadi andalan, diharapkan terus meningkat seiring Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang terus dikucurkan pemerintah sebagai kompensasi kenaikan BBM," ujar Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman, dilansir Media Indonesia, Rabu, 9 November 2022.
 
Ia menjelaskan, konsumsi rumah tangga menjadi andalan lantaran mampu tumbuh 5,39 persen pada triwulan III-2022. Tumbuhnya konsumsi rumah tangga itu menunjukkan geliat ekonomi yang makin baik dan berdampak positif pada industri makanan dan minuman nasional.
 
"Rencana pemerintah mengucurkan lagi di Desember 2022 diharapkan semakin mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga," ucapnya.
 
Baca juga: Lebih Akurat, BLT BBM Dinilai Lebih Efektif Ketimbang Subsidi 
 
Dia menyampaikan, kondisi industri makanan dan minuman saat ini masih tergolong cukup baik meski mengalami perlambatan pertumbuhan. Pada triwulan II-2022, industri ini mampu tumbuh 3,68 persen (year on year/yoy), namun sedikit melambat di triwulan III menjadi 3,57 persen (yoy).
 
Penurunan itu utamanya disebabkan oleh faktor pola musiman, pada triwulan II-2022 terdapat momen lebaran yang menyebabkan permintaan melonjak. Di sisi lain, pengeluaran masyarakat di awal triwulan III juga terfokus pada biaya masuk sekolah di tahun ajar baru, sehingga berdampak pada perlambatan pertumbuhan di industri makanan dan minuman.
 
"Diharapkan triwulan IV akan naik kembali seiring program bantalan sosial pemerintah yang diharapkan mendorong konsumsi," ujarnya.
 
Gapmmi, lanjut Adhi, berharap pemerintah tetap fokus mendorong pertumbuhan konsumsi masyarakat maupun perekonomian secara makro. Dia juga mendorong pengambil kebijakan untuk mengevaluasi sejumlah regulasi yang belum kondusif.
 
Hal itu bertujuan agar industri makanan dan minuman dalam negeri dapat bersaing melalui peningkatan produktivitas. 
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif