Gedung Kementerian Perdagangan. FOTO: Setkab.
Gedung Kementerian Perdagangan. FOTO: Setkab.

Kemendag Dukung Penegakan Hukum 2 Pejabat yang Terlibat Korupsi Gerobak Dagang

Husen Miftahudin • 08 September 2022 09:06
Jakarta: Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto mendukung proses hukum yang tengah berlangsung dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bantuan gerobak bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) periode 2018-2019.
 
Penegasan ini disampaikan menyusul penetapan dua pegawai Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) sebagai tersangka oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.
 
"Kami sangat menyayangkan kasus ini terjadi. Kemendag senantiasa berupaya menegakkan integritas dan melaksanakan reformasi birokrasi. Kendati demikian, Kemendag mendukung proses hukum yang sedang berlangsung dan siap memberikan seluruh informasi yang diperlukan demi lancarnya proses hukum," tegas Suhanto dalam keterangan resminya, Kamis, 8 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Suhanto, tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang menimbulkan kerugian negara dan berdampak buruk terhadap perekonomian nasional.
 
Di sisi lain, ia mewajibkan seluruh pegawai Kemendag untuk menjalankan kegiatan pelayanan di bidang perdagangan sesuai ketentuan, transparan, dan menerapkan sikap antikorupsi. Upaya ini dilakukan secara terus-menerus dan dilakukan pengawasan melalui Inspektorat Jenderal.
 
"Kami menginstruksikan dan terus mengingatkan para pegawai Kementerian Perdagangan untuk selalu bekerja sesuai ketentuan, transparan, dan bersikap antikorupsi," imbuhnya.
 
Baca juga: Kasus Gerobak Dagang, 2 Pejabat Kemendag Terima Suap 1,9 Miliar

 
Sebelumnya, Dittipidkor Bareskrim Polri menetapkan dua tersangka dalam kasus korupsi pengadaan gerobak dagang UMKM Tahun Anggaran 2018-2019 di Kemendag. Keduanya adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemendag.
 
"Yang tersangka Tahun Anggaran 2018 adalah saudara PIW, selaku PPK (Kabag Keuangan Setditjen PDN Kemendag)," kata Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigjen Cahyono Wibowo dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Rabu, 7 September 2022.
 
Tersangka kedua, pengadaan gerobak dagang Tahun Anggaran 2019 adalah Bunaya Priambudi (BP). Dia selaku PPK di Direktorat Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) pada Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (DJPDN) Kemendag.
 
Kasus bermula saat Kemendag melakukan program pengadaan gerobak dagang untuk UMKM Tahun Anggaran 2018-2019. Dalam pengadaan gerobak dagang ini pemerintah menggelontorkan nilai kontrak untuk Tahun Anggaran 2018-2019 sebesar Rp76.372.725.000.
 
Tersangka melakukan aksi kejahatannya dengan pengadaan gerobak fiktif hingga penggelembungan dana. Kasus terbongkar atas pengaduan masyarakat yang merasa tidak mendapatkan haknya sebagai penerima bantuan gerobak dagang. Masyarakat itu lalu melaporkan ke Bareskrim Polri melalui layanan pengaduan masyarakat (dumas).
 
Penyidik Dittipidkor Bareskrim Polri melakukan penyelidikan berbekal dua laporan polisi. Yakni LP/A/0224/V/2022/SPKT.DITTIPIDKOR/BARESKRIM tanggal 17 Mei 2022 dan LP/A/0225/V/2022/SPKT.DITTIPIDKOR/BARESKRIM tanggal 19 Mei 2022.
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif