Gedung PLN Kantor Pusat di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: Dokumen PLN
Gedung PLN Kantor Pusat di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: Dokumen PLN

Ekonomi Global Bergejolak, PLN Catat Pendapatan Rp582,68 Triliun Tahun 2025

Annisa ayu artanti • 22 Mei 2026 16:34
Ringkasnya gini..
  • PLN mencatat pendapatan Rp582,68 triliun sepanjang 2025 di tengah tekanan global.
  • Jumlah pelanggan PLN bertambah 3,3 juta hingga mencapai 96,2 juta pelanggan.
  • PLN tetap membukukan laba Rp7,26 triliun meski terdampak volatilitas rupiah.
Jakarta: Di tengah situasi ekonomi global yang masih penuh tekanan dan ketidakpastian, PT PLN (Persero) berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. 
 
Perusahaan listrik pelat merah itu membukukan pendapatan sebesar Rp582,68 triliun atau tumbuh 6,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp545,38 triliun.
 
Kenaikan pendapatan tersebut didorong meningkatnya kebutuhan listrik nasional, pertumbuhan pelanggan baru, hingga percepatan akses listrik ke berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa kinerja positif PLN pada tahun 2025 tidak terlepas dari keberhasilan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Keuangan dan Danantara Indonesia dalam menjaga daya tahan ekonomi dan energi nasional di tengah tekanan global. 
 
Baca juga: Tagihan Listrik Naik? Ini Cara Menghitung Pembayaran dan Menghemat Pemakaian di Rumah

Kondisi tersebut turut mendorong aktivitas masyarakat dan dunia usaha tetap tumbuh, sehingga kebutuhan listrik nasional terus meningkat.
 
“Capaian ini merupakan wujud keberhasilan Pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan energi nasional di tengah dinamika global. Stabilitas ini menjadi fondasi penting bagi PLN untuk terus menjaga kinerja perusahaan sekaligus memastikan kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha terpenuhi secara andal,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Jumat, 22 Mei 2026.

Penjualan listri PLN naik

Sepanjang tahun 2025, penjualan tenaga listrik PLN tercatat mencapai 317,69 Terawatt hour (TWh), meningkat 3,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 306,21 TWh. 
 
Sementara dari sisi pertumbuhan daya tersambung pelanggan tercatat mencapai 192.621 Megavolt Ampere (MVA), tumbuh 5,82 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 182.026 MVA.
 
Selain itu, penyambungan pelanggan juga turut mengalami pertumbuhan signifikan. Jumlah pelanggan PLN bertambah 3,3 juta menjadi 96,2 juta pelanggan pada 2025. 
 
Pendapatan penyambungan pelanggan pada tahun 2025 mencapai Rp2,24 triliun, meningkat 28,4 persen dibandingkan tahun 2024.
 
Peningkatan penyambungan pelanggan ini menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha, sekaligus mencerminkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap energi listrik. 
 
Menurut Darmawan, pertumbuhan tersebut tidak hanya didorong dari penyambungan reguler, tetapi juga diperkuat melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM yang menjangkau masyarakat sampai pelosok.
 
“Ketersediaan akses listrik sampai pelosok menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah bersama PLN terus memastikan masyarakat dapat memperoleh akses listrik, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam kegelapan,” tambah Darmawan.
 
Darmawan menambahkan, dengan capaian tersebut, kinerja keuangan Perseroan tetap terjaga solid dengan total laba bersih Rp7,26 triliun di tengah dinamika ekonomi yang memengaruhi pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap kurs.
 
“Di tengah tekanan kondisi global, PLN tetap mampu membukukan laba bersih sebesar Rp7,26 triliun. Capaian tersebut diraih meskipun Perseroan menghadapi tekanan rugi selisih kurs sebesar Rp12,46 triliun akibat volatilitas nilai tukar global,” imbuh Darmawan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan