Ilustrasi pelanggan tengah memanfaatkan fitur SwaCAM di aplikasi PLN Mobile. Foto: PLN
Ilustrasi pelanggan tengah memanfaatkan fitur SwaCAM di aplikasi PLN Mobile. Foto: PLN

Tagihan Listrik Naik? Ini Cara Menghitung Pembayaran dan Menghemat Pemakaian di Rumah

Annisa ayu artanti • 15 Mei 2026 12:51
Ringkasnya gini..
  • Tagihan listrik dipengaruhi pemakaian energi serta komponen seperti PPJ, PPN, dan materai.
  • PLN Mobile membantu pelanggan memantau penggunaan listrik dan pembelian token lebih mudah.
  • Mengatur pola pemakaian listrik dapat membantu menekan tagihan bulanan agar lebih efisien.
Jakarta: Banyak masyarakat masih bertanya-tanya mengapa tagihan listrik bisa berubah setiap bulan meski pemakaian terasa sama. 
 
Untuk membantu pelanggan lebih memahami pola konsumsi energi, PT PLN (Persero) membagikan tips menghitung komponen pembayaran listrik sekaligus cara mengatur penggunaan listrik agar lebih efisien.
 
Pemahaman soal komponen tagihan listrik dinilai penting agar pelanggan bisa mengontrol pengeluaran rumah tangga dan menggunakan energi sesuai kebutuhan sehari-hari.

Tagihan listrik dipengaruhi banyak faktor

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan jumlah pembayaran listrik pelanggan dapat berbeda pada tiap periode maupun transaksi karena dipengaruhi oleh tingkat pemakaian energi listrik dan sejumlah komponen biaya yang berlaku sesuai ketentuan di masing-masing wilayah.

“PLN mendukung pelanggan memahami bahwa pembayaran listrik tidak hanya dipengaruhi tarif listrik, tetapi juga pola penggunaan energi serta komponen lain yang mengikuti ketentuan pemerintah daerah maupun regulasi yang berlaku. Dengan pemahaman tersebut, pelanggan dapat lebih mudah mengatur konsumsi listrik sesuai kebutuhan,” ujar Gregorius dalam keterangan tertulis, Jumat, 15 Mei 2026.
 
Baca juga: Jangan Abaikan! Ini Tanda Korsleting Listrik di Rumah

Ia menambahkan, tarif listrik rumah tangga tidak mengalami perubahan sejak Juli 2022. Karena itu, apabila terdapat perbedaan jumlah pembayaran, hal tersebut umumnya dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi listrik maupun komponen biaya lainnya.

Cara menghitung tagihan listrik pascabayar

Pada layanan pascabayar, total tagihan listrik dihitung berdasarkan jumlah pemakaian energi listrik (kWh) yang tercatat pada meter pelanggan, kemudian ditambah komponen lain seperti Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang besarannya berbeda di tiap daerah, materai, serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk golongan tertentu.
 
Sementara pada layanan prabayar, nominal token listrik yang dibeli pelanggan tidak seluruhnya langsung dikonversi menjadi energi listrik. 
 
Sebagian terlebih dahulu dialokasikan untuk pembayaran PPJ sesuai ketentuan pemerintah daerah, kemudian sisanya dikonversi menjadi jumlah kWh yang dapat digunakan pelanggan.
 
Sebagai ilustrasi, pelanggan daya 2.200 VA yang membeli token listrik senilai Rp200.000 akan dikenakan PPJ Jakarta 2,4 persen sehingga nilai yang dikonversi menjadi listrik Rp195.200. Dengan tarif listrik Rp1.444,70 per kWh, pelanggan akan memperoleh 135 kWh energi listrik.
 
Pada sistem pascabayar, perhitungannya juga tetap mengacu pada jumlah pemakaian energi listrik. Artinya, apabila penggunaan listrik pelanggan berada di 135 kWh, maka total tagihan yang dibayarkan juga akan sama setelah ditambahkan komponen PPJ sesuai ketentuan yang berlaku.

Tips mengatur pemakaian listrik

Pelanggan kini dapat memantau histori penggunaan listrik dan riwayat pembelian token secara lebih mudah melalui aplikasi PLN Mobile. 
 
Selain itu, pelanggan pascabayar juga dapat memanfaatkan fitur Swacam (Swadaya Catat Angka Meter) untuk melakukan pencatatan angka meter secara mandiri sebagai bentuk kontrol terhadap pemakaian listrik bulanan.
 
Melalui fitur Swacam di PLN Mobile, pelanggan pascabayar dapat melakukan pencatatan angka stand meter dengan membuka menu Swacam, memilih ID Pelanggan, mengambil foto angka stand meter pada kWh meter, lalu mengirimkan hasil pencatatan melalui aplikasi sesuai periode yang ditentukan. 
 
Fitur ini membantu pelanggan memantau kesesuaian pemakaian listrik secara lebih transparan.
 
“Melalui pemahaman yang lebih baik terhadap pola konsumsi dan komponen pembayaran listrik, pelanggan dapat memanfaatkan energi listrik secara lebih efisien, nyaman, dan sesuai kebutuhan sehari-hari,” tutur Gregorius.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan