Ilustrasi work from home.. Foto: Unplash
Ilustrasi work from home.. Foto: Unplash

WFH Diterapkan Setelah Lebaran, ASN dan Swasta Ikut?

Annisa ayu artanti • 22 Maret 2026 16:27
Jakarta: Pemerintah akan mulai menerapkan kebijakan work from home (WFH) setelah Lebaran 2026 sebagai langkah strategis untuk menghemat energi di tengah lonjakan harga minyak dunia. 
 
Kebijakan ini diharapkan mampu menekan konsumsi bahan bakar tanpa mengganggu produktivitas kerja.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kebijakan WFH akan berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga dianjurkan untuk sektor swasta.

“(Aturan) WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik,” ujar Airlangga ditemui usai salat Idulfitri di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 22 Maret 2026.

WFH berlaku satu hari dalam sepekan

Dalam implementasinya, pemerintah menetapkan bahwa WFH hanya akan dilakukan satu hari dalam seminggu. Skema ini dipilih agar keseimbangan antara efisiensi energi dan produktivitas kerja tetap terjaga.
 
Airlangga juga menyebut pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri guna memastikan kebijakan ini berjalan efektif di berbagai sektor.
 
Baca juga: Pekerja Boleh WFA Jelang dan Setelah Lebaran 2026, Simak Jadwal dan Aturannya!

Potensi hemat BBM capai 20 persen

Kebijakan WFH diyakini mampu memberikan dampak signifikan terhadap penghematan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).
 
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan bahwa penerapan WFH selama satu hari dapat mengurangi konsumsi BBM secara cukup besar.
 
“Ada hitungan kasar sekali (WFH bisa menghemat) seperlima, kira-kira 20 persen (penggunaan BBM),” kata Purbaya.
 
Ia juga menjelaskan alasan kebijakan ini tidak diterapkan setiap hari.
 
“Nanti libur terus. Nanti enggak kerja-kerja. Ya WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik dengan WFH,” ujarnya.

Langkah antisipasi krisis energi global

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menekankan pentingnya efisiensi energi sebagai respons terhadap kondisi global.
 
"Ini saya minta dibicarakan nanti ya mungkin oleh Menko-Menko nanti berapa hari ini kita lihat. Kita pikirkan. Dulu kita atasi covid, berhasil kita. Dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar," kata Prabowo.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan