Pelaku biasanya memanfaatkan rasa panik, ketidaktahuan, serta kepercayaan masyarakat terhadap nama lembaga tertentu. Agar tidak menjadi korban, penting untuk mengenali sejumlah modus penipuan digital yang paling sering terjadi berikut ini.
Artikel ini akan membahas beberapa penipuan yang kerap memaakn banyak korban seperti yang telah dirangkum dari laman OCBC:
1. File atau Tautan APK Palsu Mengatasnamakan Instansi Resmi
Salah satu modus yang banyak beredar adalah pengiriman file atau tautan APK palsu. Pelaku menggunakan nama aplikasi yang menyerupai instansi resmi, seperti Coretax DJP, IKD Dukcapil, hingga undangan pernikahan digital.Korban diarahkan untuk mengunduh aplikasi melalui situs tertentu, lalu diminta mengisi data pribadi, melakukan verifikasi, hingga akhirnya diminta mentransfer sejumlah uang dengan alasan biaya materai. Tak jarang, pelaku juga meminta korban melakukan share screen agar dapat mengakses ponsel korban secara langsung.
| Baca juga: Waspada Penipuan Digital, Ini 5 Cara Pelaku Scam Memainkan Psikologi Korban |
2. Tautan Pembatalan Transaksi Mengatasnamakan Bank
Modus lainnya adalah pesan yang mengatasnamakan pihak bank. Korban menerima notifikasi adanya transaksi mencurigakan dan diminta segera mengklik tautan untuk proses pembatalan.Tautan tersebut biasanya mengarah ke situs tiruan yang tampilannya menyerupai laman resmi bank. Di sana, korban diminta mengisi data sensitif seperti user ID, password, PIN, hingga kode OTP, yang kemudian dimanfaatkan pelaku untuk menguras rekening korban.
3. Mengaku Polisi atau Instansi Pemerintah
Penipuan dengan mengatasnamakan aparat atau instansi pemerintah juga masih sering terjadi. Pelaku menghubungi korban dan mengaku sebagai polisi, petugas pajak, petugas Dukcapil, pihak kelurahan, hingga yang terbaru mengatasnamakan kejaksaan.Korban diberi tekanan psikologis dengan dalih memiliki denda tilang, perlu pembaruan KTP Digital, atau disebut terlibat kasus pidana. Dalam kondisi panik, korban diarahkan mengikuti instruksi, mengunduh aplikasi tertentu, atau mentransfer uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap pesan, telepon, atau tautan mencurigakan, terutama yang meminta data pribadi atau transaksi keuangan. Pastikan selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi instansi terkait dan hindari mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak jelas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News