Aktivitas bisnis konglomerasi. Foto: MI/Tri Handiyatno.
Aktivitas bisnis konglomerasi. Foto: MI/Tri Handiyatno.

Melahirkan Pengusaha Baru Selevel Konglomerat

Arif Wicaksono • 08 Desember 2022 20:50
Jakarta: Ketua Umum Himpunan Pengusaha KAHMI (Hipka) Kamrussamad berkomitmen akan menjadikan organisasi tersebut sebagai inkubator konglomerat. Dia berharap Hipka melahirkan pengusaha baru dengan level konglomerat.
 
"KAHMI ke depan tidak lagi dikenal sebagai industri tokoh politik, tapi dikenal sebagai industri lahirnya konglomerat baru," ungkap Kamrussamad dalam Musyawarah Nasional (Munas) Hipka, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 8 Desember 2022.
 
baca juga: Hindari Kerugian Berusaha, Kepatuhan Hukum Mendesak

Tentu, untuk mewujudkan hal tersebut, kata anggota DPRD RI Komisi XI itu, bukan perkara mudah. Apalagi, ekonomi indonesia masih dalam kondisi recovery pascapandemi dan ancaman resesi tahun depan. Pengusaha harus cermat dalam membaca situasi.  
 
Apalagi, bunga kredit bank di Indonesia masih tertinggi bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. Berdasar catatan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, rata-rata bunga kredit bank di Indonesia mencapai 10,4 persen. Jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Vietnam 7,7 persen, Filipina 7,1 persen, Malaysia 4,9 persen, dan Thailand 4,1 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal itu menjadi penyebab penurunan jumlah rekening kredit bagi sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sejak pandemi, jumlah rekening kredit UMKM turun cukup tajam dari 16,12 juta rekening menjadi 15,44 juta rekening di Juli 2020 atau turun sebesar 4,20 persen.
 
Jika melihat penurunan jumlah rekening berdasarkan segmen, terlihat penurunan jumlah rekening paling tajam terjadi pada segmen kredit mikro, di mana rekening kredit mikro turun sebesar 6,49 persen dari posisi Maret 2020 sebesar 13,62 juta menjadi 12,73 juta dan belum menunjukkan adanya pemulihan.
 
Untuk merangsang pemulihan sektor UMKM, pemerintah telah meluncurkan berbagai bantuan dalam kebijakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Di antaranya, restrukturisasi pinjaman, bantuan presiden produktif, dan subsidi bunga.
 
Sayangnya, itu belum terserap maksimal. Menurut survei OJK, secara keseluruhan tingkat pengetahuan pelaku UMKM akan bantuan pemerintah masih rendah, dengan nilai rata-rata kurang dari 55 persen pada semua program PEN.
 
Oleh karena itu, Kamrussamad sebagai nahkoda baru HIPKA diharapkan mampu mendorong para pengusaha yang berada di bawah naungan organisasi tersebut semakin tumbuh. Kamrussamad optimistis akan membawa HIPKA lebih baik ke depan. Itu dia lihat dari potensi para anggota yang sudah banyak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP).
 
Selain itu dirinya juga mengaku bangga memiliki sejumlah anggota di antaranya Kurnia, yang sudah mampu menjadi distributor pupuk yang melayani separuh kabupaten di Jawa Barat.
 
"Kita bangga punya Qodri di Sumatra Selatan yang membuka lahan seribu hektare dengan pola kemitraan bersama petani," tutur Kamrussamad.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id


 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif